Potret Jupe Berlatar Pacitan

Tanggal 27 April 2010. Masih pagi sekali. Saya sedang bersiap-siap menuju tempat kerja. Saat mengencangkan ikat pinggang, televisi menayangkan Julia Perez alias Jupe sedang menarik ujung baju ketat warna hijaunya dengan dada membusung. Pacarnya yang pesepakbola Latino berdiri di sampingnya mengenakan baju putih. Keren sekali dengan cambang bak bulu landak. Pagi itu, Jupe tampil berbaju… Read More Potret Jupe Berlatar Pacitan

Puntondo, Bangau Memukau di Teluk Laikang

“Sumberdaya alam dapat lestari jika ada norma yang dijaga bersama serta pengorganisasian yang telaten” Di atas kanvas putih susu, Sarwono Kusumaatmadja menorehkan sederet kata “Selamat Bekerja, Semoga Sukses. Ewako! Sarwono K”. Kalimat itu menandai berdirinya satu pusat pendidikan lingkungan hidup di Pulau Sulawesi yang berbasis di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Sarwono membubuhkan kata “Ewako!”, bahasa… Read More Puntondo, Bangau Memukau di Teluk Laikang

Daeng KM, "Banyak Cara Menunjukkan Kecintaan"

Bersama istri, saya tiba lima belas menit sebelum pukul 20.00. Kami orang pertama yang mengisi ruangan megah Café de Luna yang impressif dan fantastik itu. Malam tanggal 22 April adalah momen perjamuan oleh Matsui Kazuhisa dengan kawan-kawan di area kerjanya. “Sebagai bentuk terima kasih atas kerjasama baiknya selama ini,” katanya. Matsui (kami kerap memanggilnya Daeng… Read More Daeng KM, "Banyak Cara Menunjukkan Kecintaan"

Facebook Memudahkan Jalinan Kenangan dan Kerinduan [Catatan Bagi Reuni Smansa Makassar Angkatan 89]

Facebook menjadi “social networking media” yang paling bertanggungjawab atas grafik fluktuatif hubungan antar warga saat ini. Bagi para netters, peselancar internet, walau sudah sangat banyak media serupa namun FB nampaknya menjadi pilihan paling praktis,menguntungkan dan strategis. Ini juga tak lepas dari berkah piranti komunikasi andal seperti handphone atau blackberry.

puisi: dua lelaki

puisi: dua lelaki | muhsin dan saibung dua lelaki pada senja berbeda / duduk membatu / kepala rebah di antara dua lutut / persis di ban pelabuhan yang sama / pada kedua moncong pinisi / pada siksa yang samar [paotere: untuk kedua lelaki itu]