Di Bahu Tanadoang

DSC_0294
Pantai Appatanh (foto: Kamaruddin Azis)

Di Bahu Tanadoang

Di lekuk Jammeng kita melepas kangen,
pada lilia laut dan kudukudu.
Memandang jauh ke gelap palung Tambolongang
yang menjadi saksi pelayaran kita yang gegas dari Rajuni.

Lalu kita memunguti segala
yang dicampakkan zaman di dasar Polassi.
Mengayun ke sisi tubir
merebahkan penat jiwa
sembari menatap pucuk pohon purba
di tepian Appatanah.

Begitulah kita menandai cinta.
Juga segala yang datang dan pergi.

Di bahu Tanadoang, angin kesiur dari Pulau Madu tiiba meninabobo kita.
Hingga tak sadar kita telah tiba telanjang di gosong Tinabo.

Eaaa!

Rawa Jati. 04/01.

(foto: Pantai Appatanah, 2009)

Advertisements

Dua Catatan "Tiba-Tiba"

Kota Adalah…

Kota adalah ladang para jelata dan tuan tanah memeram angan-angan, juga kesempatan meraih ujung tiang pancang keabadian. Juga akumulasi hasrat si papa dan si tuna. Yang papa menanak batu, si tuan tanah menetek pada kakek-neneknya sampai kenyang. Di kota, mereka tak saling kenal. Orang dari Kota, pria atau wanita mungkin seperti ini: Biasa, saat mulut dan bibir berubah kelu mengeluhkan panas dan hujan yang silih berganti. Dan aircon yang tak jua mendinginkan hati hingga mengutuk hari-hari yang membosankan sebagaimana senja yang lekas menua.

“Masa muda begitu cepat berlalu” bagi sebagian dari mereka. Itulah mengapa mereka takut cahaya. Dan pada orang-orang yang keluar masuk mal, restoran, bioskop dan berdesakan di tangga berjalan. Kota membuatnya manja dan dia tidak menemukanmu sebagai teman dan pendengar. Di sana adalah juga mereka, yang mengemis, mengais, juga menangis menunggu kepastian malam dan panggilanmu. Berkencan dengan waktu dan mencumbui cita-cinta. Mudah berubah, cepat bosan, lemah, kasmaran, manja dan lebay.

Kota adalah tempat orang-orang melarung masa lalu dengan mata berbinar. Bahwa dia datang sebagaimana tamu tak diundang dan kini dia bebas, bahagia, mungkin selamanya atau tetap di situ sebagai si beruntung. Penuh warna. Dia bahagia, tapi kau tak ada di sana. Mungkin itu juga wajah Kota dan denyutnya. Tapi hidup, kau tak ada di sana.

Hidup Bunga

Di halaman yang ku mimpikan semalam, saat aku jatuh di tepi perkampungan, tempat di mana padi masih bisa menguning. Di situlah seorang Bunga mengais bulir padi yang menua di atas tikar pandan. Bersujud pada hamparan kebaikanmu yang seketika. Saat lelakinya yang lumpuh hanya bisa buang air kecil dari jauh dibantu selang solar. Tapi dia bahagia, bahkan kemaruk pada kehidupan yang membawanya pada persembahan diri. Pada suaminya yang lumpuh dan kelima anaknya yang masih kecil.

Di tempat itu Bunga menemukan bahwa hidup tidak mengenal kotak hitam atau putih sebagai pembeda. Juga musim dan cuaca apalagi kemudahan. Hidup sebagaimana kisah wanita yang mendekati renta kehidupan adalah pengertian pada takdir dan pilihan. Sebab dia mengaku tak bisa hidup tanpa ikhtiar. Dia mencintai keluarganya juga suaminya. Tempat itu, di mana Bunga dua minggu ini jadi buruh jemur gabah, mungkin seterusnya. Lelakinya, si penyelam teripang kini berbaring lemah, lumpuh setelah diserang ‘dekompresi’ penyelaman akut. Setelah mengais gabah di halaman rumahmu, hidup.

Kini dia pulang ke pesisir dengan empat ember gabah menemui suaminya. Impas untuk doa dan napas yang kau beri hari ini. Di situ ku temukan kau, hidup.

Makassar, 01042011

ANES, Selamat Datang Mimpi Buruk!

A Nightmare at Elm Street (Wikipedia)
Pernah nonton film horor berjudul A Nightmare at Elm Street (ANES) di rentang waktu 1984? Jika belum, maka kita sama. Mungkin karena kita tinggal di kampung atau masih kanak-kanak atau bahkan belum lahir. Saya baru tahu jika film ini telah beberapa kali dibuat saat seorang teman di facebook menyebutkannya. Film remake yang dibuat di wilayah Illinois, Amerika ini mulai diputar resmi pada bulan Mei 2010.

***
Film A Nightmare at Elm Street versi remake adalah satu-satunya film barat yang mejeng di wall Cinema21, Mari Mall Makassar pada malam Rabu tanggal 19 Oktober 2010. Tiga film lainnya yang tayang adalah film racikan sineas Indonesia tapi membaca judulnya yang norak ternyata tidak membuat kami tertarik.

Film ANES adalah rilis ulang sosok Freddy Krueger, pembunuh berantai yang di tangannya terdapat cakar besi dan membunuh korban dalam mimpinya. Korban akan mati di kenyataannya. ANES mengisahkan 5 remaja yang terdiri dari Nancy Thompson yang diperankan Rooney Mara, Kris Fowles (Katie Cassidy) , Quentin Smith (Kyle Gallner) , Jesse Braun (Thomas Dekker) dan Dean (Kellan Lutz) yang tinggal di Elm Street. read more

puisi: dua lelaki

puisi: dua lelaki

| muhsin dan saibung

dua lelaki pada senja berbeda / duduk membatu / kepala rebah di antara dua lutut / persis di ban pelabuhan yang sama / pada kedua moncong pinisi / pada siksa yang samar

[paotere: untuk kedua lelaki itu]