Menengok Jejak Bugis di Tano Niha

Kekaguman dan gairah mencari informasi tentang jejak Bugis ini terjawab juga dengan banyaknya nama-nama warga Nias yang berfam Bugis. Beberapa nama seperti Amiruddin Bugis, Mirwan Bugis dan sebagainya. Mereka menggunakan fam Bugis mengikuti jejak warga lokal yang menggunakan nama Zebua, Sarumaha, Zega, Gee, Zai, dan sebagainya. Ketika saya bertanya pada beberapa warga Gunung Sitoli, desa… Read More Menengok Jejak Bugis di Tano Niha

Di Simeulue, Menghayati Pantun Tsunami dan Bertemu Orang Gowa

Simeulue adalah pulau seluas 198.021 hektar yang terletak di Samudra Hindia, dengan jumlah total penduduk 78.000 jiwa. Saat gempa dan tsunami Desember 2004 terjadi, dilaporkan “hanya tujuh orang” yang meninggal dunia di pulau ini, sementara di Aceh daratan ratusan ribu orang tewas dihantam gelombang air laut. Jumlah korban yang relatif amat kecil itu disebabkan karena… Read More Di Simeulue, Menghayati Pantun Tsunami dan Bertemu Orang Gowa

Menelisik Ruang Privat Para Kawe-Kawe

Di salah satu tangga KM Kambuno, jelang Ramadan, 1998. Sirene meraung. Kapal yang saya tumpangi dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta merapat di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, pelabuhan kapal terbesar di timur Indonesia. Saat menuruni tangga kapal tua yang penuh sesak itu, saya dikejutkan oleh sapaan seorang waria (kawe-kawe, istilah lokal Makassar). Berdialek Makassar, dengan nada… Read More Menelisik Ruang Privat Para Kawe-Kawe

Kepada YTH Van Den Berg di Netherland

William Easterly pengeritik pembangunan dunia ketiga itu, memuji Muhammad Yunus warga Bangladesh sang peraih Nobel. Dalam bukunya “The White’s Man Burden” Yunus disebut sebagai peneliti baik, peneliti yang tanggap untuk turun ke desa. Datang menelisik sengkarut sosial ekonomi kelas bawah. Sebelumnya, rencananya membangun irigasi desa dan penyediaan kredit bagi usaha petani, lumpuh dan sukses. Yunus… Read More Kepada YTH Van Den Berg di Netherland