Rote, dari Timur ke Barat

dsc_0032

Pantai indah Nembrala, Rote Barat.

Tanggal 2 hingga 4 November 2016, saya tandang ke Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Saya ke sana bersama seorang teman bernama Mahfuzd. Berangkat dari Makassar ke Surabaya, lalu lanjut ke Kupang dan menyeberang dengan Wings Air ke Pulau Rote.

Selama tigaΒ hari di sana, kami menginap di Hotel Grace. Di hotel berlantai tiga ini kami beruntung sebab memperoleh kamar yang tak jauh dari teras belakang dengan pantai di seberangnya. Nah, di teras belakang ini kami disajikan pemandangan sunset nan luar biasa. Inilah salah satu kesan indah di hari pertama tiba di pulau di selatan Indonesia ini.

Sore itu, segelas kopi untuk kawan saya Jefferson Tasik dan dua gelas teh hangat untuk saya dan Mahfuzd tandas bersama sepiring pisang goreng. Sajian fantastik dari Hotel Grace, Rote! Jefferson yang kerap disapa Oni adalah manajer lapangan untuk program pengembangan sentra kelautan dan perikanan terpadu Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mahfuzd adalah aktivis pada Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, sebuah LSM berbasis di Jakarta.

***

Di hari kedua, diantar oleh Oni, kami berkunjung ke Rote Timur hingga ke Kampung Tanjung. Kampung yang merupakan rumah bagi seratusan kepala keluarga yang berasal dari Suku Bajo, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Mereka telah ada di kampung ini sejak 20 tahun silam. Anak-anak bermain di pantai, perahu-perahu khas Sulawesi, rumah khas Bajo, suku nomad terpandang Nusantara hingga pantai indah adalah pemandangan yang kami dapat siang itu.

Di hari ketiga, kami berkunjung ke sisi barat Pulau Rote. Tujuan awalnya ingin melihat budidaya rumput laut warga setempat yang beririsan dengan lokasi wisata yang terkenal di mancanegara, salah satunya adalah Nembrala. Pemandangan khas Rote yang kering di sisi jalan seperti keindahan versi lain yang diciptakan Tuhan sebab di sana terhubung vegetasi, kelok jalan dan lansekap menawan pula.

Nah, sekitar Nembrala dikenal sebagai lokasi surfing dan mempunyai pantai pasir putih yang menawan. Tentu saja saja terdapat resort dan penginapan yang merupakan destinasi turis asing terutama dari Australia. Kami beruntung bisa melintasi satu ruas resort dan melepaskan pandangan di pantai Nembrala itu. Beberapa bule terlihat santai dan bercengkerama sesama mereka.

Berikut foto-foto dari pulau di selatan Kota Kupang ini.

dsc_0156

Dua malam di Hotel Grace, dijamu sunset luar biasa saban sore.

dsc_0194

Lampu suar di Pantai Baa terlihat dari jauh

dsc_0166

Membingkai lampu suar di Pantai Baa

dsc_0158

Siluet senja terpancar dari tepian laut, indah bukan?

dsc_0161

Di tepian Pantai Baa

dsc_0100

Menuju pantai barat Pulau Rote, kita akan mendapati pemandangan seperti ini.

dsc_0201

Di Pantai Timur Rote, perahu-perahu dari Sulawesi acap berlabuh di sini.

dsc_0047

Salah satu sisi Pantai Barat Rote, indah ya?

dsc_0198

Pantai di Rote Timur

dsc_0019

Di Rote, generasi muda tak patah semangat menimba ilmu. Ayo, sekolah!

Advertisements