Perihal Importasi dan Amputasi Mafia Garam

Kekurangan 1,6 juta ton garam untuk pemenuhan kebutuhan nasional nampaknya tidak bisa dilihat sebagai kegagalan produksi dan pengaruh musim belaka. Kita pernah surplus hingga 1 juta ton di 2009, meski berlebih, impor garam saat itu tetap berlangsung. Ini menggambarkan bahwa garam jadi ‘bertensi tinggi’ ketika tata kelola produksi di hulu hingga hilir tak diberesi denganContinue reading “Perihal Importasi dan Amputasi Mafia Garam”

Aku dan Prahara Garam, Koinsidens!

Dua minggu lalu, sepotong ikan kering asin asal Pangandaran kukunyah di satu pagi yang gegas. Terus terang, aku cukup nekat kala itu sebab sejauh ini kuklaim diriku sebagai pengunyah ikan kering paling bandel. Mana itu, ikan kering Lae-Lae, ikan katamba Pasar Sumigo hingga ikan belawes asal Taka Bonerate. Apalagi ikan kering peneman bubur Manado. Sini,Continue reading “Aku dan Prahara Garam, Koinsidens!”

Derita Patorani Galesong, Siapa Peduli?

Muara sungai Saro’, Galesong Selatan, Takalar yang selama ini ramai oleh kapal-kapal nelayan, terlihat sepi. Pada petang itu, hanya ada belasan perah yang sandar. Biasanya hingga ratusan. Sebagian besar telah ke lautan luas menemui takdirnya, ke Selat Makassar, ke timur Maluku dan Papua mencari telur ikan terbang. Mereka melanjutkan tradisi di lautan sebagai pencari telurContinue reading “Derita Patorani Galesong, Siapa Peduli?”

Manifestasi Siri’ dari Tokoh Masalembu

Namanya Darul Hasyim Fath. Sore itu, saya bersua dengannya di salah satu titik di bilangan Jakarta Selatan (28/07). Dia adalah sosok sekaligus tokoh muda masyarakat Sumenep yang belakangan ini menjadi bagian perlawanan nelayan tradisional dari Kepulauan Masalembu, Jawa Timur. Disebut kepulauan sebab daerah ini terdiri dari beberapa pulau besar yaitu seperti Kramaian, Samakambing, Masalembu. PosisinyaContinue reading “Manifestasi Siri’ dari Tokoh Masalembu”

Ihwal si Mulut Harimau dan Isyarat dari Masalembu

“Atas nama peradaban maka kolonialisme (melalui pemaksaan cantrang) itu bisa dibenarkan?” Darul Hasyim Fath, anggota DPRD Sumenep, daerah pemilihan Masalembu, Jawa Timur. *** Tiga bulan lalu, di sisi mulut palka kapal cantrang menganga, belasan orang berdiri mengepalkan tangan. Mengenakan kemeja putih lengan panjang berkerah hijau tua, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketua Umum Partai KebangkitanContinue reading “Ihwal si Mulut Harimau dan Isyarat dari Masalembu”