Diskusi Feminisme dan Akar ‘Displaced Persons’

Tulisan ini adalah petikan pernyataan diskusi offline terkait gerakan Feminisme grup ‘Whatsapp FIK-Ornop SS’ di Makassar, (11/04). Adalah Alwy Rahman, akademisi Unhas dan berpengalaman di Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia yang didapuk sebagai pemantik sumbu. Bersama Alwy, hadir Mappinawang Yusuf, mantan Direktur LBH Makassar, Asmin Amin, Khudri Arsyad, keduanya mantan Koordinator Forum Informasi Komunikasi Organisasi Nonpemerintah… Read More Diskusi Feminisme dan Akar ‘Displaced Persons’

Massimo, si Supir Taksi Online

Setahun terakhir, taksi online tak pernah sepi dari kilatan blitz pewarta. Hadirnya antara dirindu dan dibenci, antara diminati atau diintai dengan rasa kecut. Pemerintah serba salah, meluluskan izin atau menerima usulan para pemilik taksi konvensional yang terusik. Banyak kalangan menilai taksi online aman dan nyaman, yang lain menyebutnya rawan, illegal dan harus dihentikan. Pada beberapa kesempatan… Read More Massimo, si Supir Taksi Online

Fenomena Bumdes

Tulisan ini merupakan rangkuman obrolan online Whatsapp atas implementasi UU Desa berdasarkan pengalaman dan pelajaran yang dipetik oleh beberapa aktivis Forum Informasi dan Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (FIK-ORNOP) Sulawesi Selatan, (10/04). Mari simak! (foto: peresmian Bumdes di Pulau Yamdena, foto: Kamaruddin Azis) Capaian Bumdes dan dukungan Negara Nampaknya, semua mata aktivis pembangunan desa tertuju ke… Read More Fenomena Bumdes

Tugu Ingatan dan Perayaan Abdul Rasyid Idris

Abdul Rasyid Idris pasti menyadari apa bahwa apa yang ditulisnya telah pergi. Itu sebabnya, segenap esai yang ditulisnya dalam Anging Mammiri, Jejak Makassar Tempo Dulu ini, sejatinya diterima sebagai aksi perayaan dan penghormatan terhadap masa lalunya. Demikian tulis Alwy Rahman, di salah satu helai. *** Pria berkacamata dan bersuara khas ini saya kenal dua puluh… Read More Tugu Ingatan dan Perayaan Abdul Rasyid Idris

Hasrat Reklamasi dan Tanggapan dari Selatan

Proyek reklamasi di kawasan CPI di beranda Kota Makassar akan dikerjakan oleh PT Yasmin bersama PT Ciputra yang tekenal itu. Luas laut yang akan ditimbun 151 hektare. Hasil penimbunan akan dibagi dua dengan pihak swasta dan Pemprov Sulsel. Swasta akan mendapatkan luas lahan 101 hektare dan Pemprov peroleh 50 hektare. Ada dua yang menjadi muara… Read More Hasrat Reklamasi dan Tanggapan dari Selatan