Tetamu, Hoakisme dan Double-Crosscheck

Pertemuan saya dengan sepupu dari Palu kemarin, memberi inspirasi. Begini, jika semua pembesuk bertanya kronologis kejadian gempa bumi dan tsunami pada orang yang sama, berulang-ulang, sementara yang ditanya sedang bersimbah keringat, berderai air mata, menahan rasa sakit, tidakkah itu menyiksa? Saya memulai dari pernyataan itu sebab orang-orang belakangan ini semakin getol berburu data dan informasiContinue reading “Tetamu, Hoakisme dan Double-Crosscheck”

Pariwisata Selayar, Jika Saya Bupati

Pak Bupati, mohon izin, saya berandai-andai. Begini, jika saya Bupati Selayar saat ini, saya pasti akan sangat bangga saat mendengar Paulus Mintarga, arsitek dan konsultan pengembangan wisata yang belakangan ini wara-wiri ke Selayar menyebut Selayar sebagai destinasi perpaduan keindahan Maldives di Pasifik dan Karibia di Amerika Latin. Mas Paulus bilang, jika ciri Maldives dicirikan hamparanContinue reading “Pariwisata Selayar, Jika Saya Bupati”

Perbup Dana Desa di Takalar dan Pembangunan yang Keliru

Sebagai yang optimis membaca Takalar di bawah kendali Bupati Syamsari Kitta, saya kaget ketika berada di Galesong dan mendengar kabar Dana Desa tahun 2018 telah menjadi sumber kekisruhan. Adalah Perbup Takalar No. 40/ 2018 tentang tata cara pembagian dan penetapan besaran dan prioritas Dana Desa yang menimbulkan polemik yang berpotensi menodai citra Bupati sebagai sosok demokratis.Continue reading “Perbup Dana Desa di Takalar dan Pembangunan yang Keliru”

Cara Kita Mempromosikan Kemiskinan

Promosi ‘kemiskinan sebagai setan’ menggelinding pertama kali dari Bretton Woods, sebuah kota kecil di New Hampshire, Amerika Serikat. Ketika perwakilan negara pemenang bersepakat memulihkan situasi pasca perang melalui pembangunan. Mereka membentuk lembaga pembiayaan pembangunan bernama Bank Dunia di tahun 1945, tak lama setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua.