Rindu Pepe' Pepe' Rumallang

Nun jauh dahulu, pada kampung-kampung penuh gairah  dan kecintaan yang dalam pada bulan penuh berkah dan maghfirah.  Pada saat kabel perusahaan listrik negara belum mengangkangi rumah-rumah panggung warga, pada saat mesin genset semahal pesawat terbang. Pada saat anak-anak dan orang tua hidup atas karunia alam kampung. Saat mereka berkreasi atas apa yang mereka punyai.

Saat itu, masih pagi sekali. Belasan anak-anak telah berkumpul di sekitar pepohonan punaga (bahasa Makassar). Mereka mencari buahnya, biasa disebut pude, yang jatuh berserakan dari pohon. Sekilas pohon punaga terlihat seperti pohon nangka, dengan daun nyaris serupa, licin. Batangnya keras. Biasa dijumpai berdiri kokoh di sekitar pohon mangga atau buah jambu putih, tidak jauh dari anak-anak sungai. read more

Advertisements

Speedy, Memilih Naik Kelas Ke Socialia

(gambar dari www.telkomspeedy.com)

Hari ini, Jumat 27 Agustus 2010, jalan raya tidak terlalu padat saat saya mengarah ke Kantor Telkom Pettarani, Makassar, tepatnya Plasa Telkom. Ini kali pertama masuk ke kantor yang telah belasan tahun berdiri ini. Sesuai dengan hasil pembicaraan saya dengan ibu Mety, seseorang yang namanya tertulis di lembaran promo Speedy, saya mesti melapor ke tempat mereka. Tiga orang “resepsionis”, siap melayani para klien. Waktu telah berada di jarum jam 09.30 menit. Saya dapat nomor antrian 16. Saya tertegun dengan interior dalam ruangan yang sangat mewah dan lebar. read more