Baba Guru Hartono, Perginya Seorang Kawan

Saat menelpon ibu di Galesong, saya tertegun ketika Ibu menyebutkan, “ammoterangi Baba Guru”, Baba Guru meninggal. Saya seperti menahan napas panjang, panjang sekali. Kematian yang sangat mengagetkan. Bagiku ini menggetarkan, mengharukan. Kami punya kedekatan luar biasa saat hendak menyelesaikan proyek buku kami. Beberapa waktu lalu, sekitar empat hari sebelum kematiannya. Saya bersama istri, berniat membawakan… Read More Baba Guru Hartono, Perginya Seorang Kawan

Makna Merdeka, Elite dan Momentum Bulan Suci

Nyayian sumbang dan teriakan serombongan anak muda yang meyisir jalan kompleks perumahan membangunkan kami. Dengan suara yang dikeraskan dan sesekali memukul tiang listrik, mereka berupaya menutup lembaran mimpi malam pada lelap tidur warga. Mereka riang sekali. Saya terbangun namun hanya ke kamar kecil lalu tidur lagi. “Sahur masih lama”. Istri bergegas ke dapur, anak-anak masih… Read More Makna Merdeka, Elite dan Momentum Bulan Suci

In Memoriam Aisyah Daeng Baji, Wanita Tak Biasa

Akhir tahun 70an, saat masih SD, kami selalu bermain di batang sungai Tambakola yang keruh. Setiap pulang pasti wajah kami merah dan bau lumpur. Orang tua kami sebenarnya sangat tidak menyukainya. Kebiasaan yang selalu mereka awasi. Aturan tetapnya, saat pulang sekolah, segeralah tidur siang jangan pergi mandi di sungai. Tidak boleh tidak. Entah itu di… Read More In Memoriam Aisyah Daeng Baji, Wanita Tak Biasa

Facebook dan Semangat Kebersamaan (Catatan Menyambut Reuni Akbar Smansa Makassar '89)

Facebook menjadi “social networking media” yang paling bertanggungjawab atas grafik fluktuatif hubungan antar warga saat ini. Bagi para netters, peselancar internet, walau sudah sangat banyak media serupa namun FB nampaknya menjadi pilihan paling praktis,menguntungkan dan strategis. Ini juga tak lepas dari berkah piranti komunikasi andal seperti handphone atau blackberry. Disebut memberi dampak karena FB telah… Read More Facebook dan Semangat Kebersamaan (Catatan Menyambut Reuni Akbar Smansa Makassar '89)

Mengantar Kima di Musim Je'bo Kebo

Bulan April 1995. Makassar mulai kering, berdua dengan Syafyudin Yusuf, teman satu angkatan di Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan, Universitas Hasanuddin kami meninggalkan pemondokan di selatan area kampus Tamalanrea menuju Dermaga Kayu Bangkoa. Kami akan menuju Pulau Barrang Lompo, satu kelurahan pulau dalam Kota Makassar. Di dermaga telah menunggu Andi Nurjaya, Kun Praseno, Rafain… Read More Mengantar Kima di Musim Je'bo Kebo