Jalan Pulang Diblokir, Pengalaman dari Mallengkeri

Sudah seminggu ini saya harus antar jemput anak saya Intan Marina (12 tahun) yang bersekolah di SMP 1 Makassar. Saya harus menjemputnya di rumah neneknya di Jalan Kakatua II, hanya sekitar satu kilometer dari sekolah. Maraknya demo membuat saya khawatir jika dia pulang ke rumah naik pete-pete (kendaraan umum). “Jemput anakta di rumah. Jangan lupa”Continue reading “Jalan Pulang Diblokir, Pengalaman dari Mallengkeri”

Setelah Duka Terbitlah Terang (Mengenang 8 Tahun Tragedi Lengkese’)

“Baru pulang dari bangkenna (kakinya) Bawakaraeng” katanya. Biu’ punya tiga ternak. Itulah yang dijaga dan dirawat. Ternak dari orang tuanya itu menjadi modal penyambung hidupnya setelah lolos dari terjangan maut. “Saat longsor datang saya sedang di rumah. Saya kena tipes. Saya sakit selama tujuh bulan. Kalau tidak begitu mungkin saya kena juga,” katanya. Senyumnya mengembangContinue reading “Setelah Duka Terbitlah Terang (Mengenang 8 Tahun Tragedi Lengkese’)”

Praktek Fasilitasi Petapa Untuk Pembangunan Desa

Praktek pembangunan daerah terkendala pada kecenderungan masyarakat yang makin skeptis. Masyarakat kehilangan inisiatif untuk berkreasi berdasarkan kapasitas tersedia, masyarakat dikondisikan untuk tergantung pada asupan pihak luar. Inilah tantangan bagi fasilitator untuk mencari celah bagaimana melahirkan inisiatif.

Realitas Di Balik Bom Takalar

“Teror menggunakan bom ikan harus dicari motifnya, kalau pelakunya nelayan motifnya apa?” demikian Dr. M. Darwis, sosiolog Unhas di Harian Tribun Makassar, menanggapi dua ledakan berbeda ruang dan waktunya. Bom meledak di desa Bontosunggu, Takalar pada dinihari Minggu, pukul 02.00 Wita. Beruntung, tiada korban jiwa. Modus bom di Takalar yang hampir bersamaan kejadiannya pada lokasiContinue reading “Realitas Di Balik Bom Takalar”