Festival Mimpi di Taka Bonerate

SYL bersama simpatisan TIE 2010 (Foto: Asri, staf TN-TBR)

Sekilas, siapa pun takjub pada gambar di social media yang dikirim oleh seorang teman tentang meriahnya ajang Taka Bonerate Island Expedition II 2010 (TIE) di dalam kawasan Taka Bonerate. Ada parade terjun payung marinir, ada pentas senibudaya bahari, lomba mancing dan penyelaman di atas terumbu karang. Tidak tanggung-tanggung, di sana ada Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, wakil gubernur, Agus A. Nu’mang dan Ketua DPRD Muh. Roem dan beberapa pejabat di jajaran Pemprov. Taka Bonerate, kawasan eksotik yang dianggap masih tidur pulas pada sektor pariwisata dan perikanan. Sebagai salah satu atol ketiga terbesar di dunia dengan vegetasi sumberdaya pesisir dan laut yang sangat beragam (high diversity), Taka Bonerate masih sepi investasi dari pihak swasta, utamanya pariwisata.

Tanggal 27 Oktober 2010, para pejabat Pemprov mengunjungi Pulau Tinabo. Pulau yang sebenarnya lebih banyak diam dalam pesona keindahannya. Tinabo, hanya satu sisi, masih ada pesona Pasitallu, Latondu, Tinanja, Tarupa, Bungin Belle, Taka Sikadabu, Taka Lamungan yang menyimpan daya tarik wisata bahari, untuk selam, snorkeling dan wisata lingkungan pantai lainnya. Dengan luas hingga 220 hektar, Taka Bonerate adalah hamparan puncak gunung yang mencuat dari dasar laut. Dia menampilkan konfigurasi pulau-pulau gusung pasir yang selain putih bersih juga menyimpan ekosistem terumbu karang dan padang lamun yang memikat. read more

Advertisements

Haji Kahar, Kakao dan Kolaka

Di Makassar, media mainstream irit menyorot kisah sukses para perantau asal Sulawesi Selatan di daerah tetangga, seperti Sulawesi Tenggara dan Tengah. Dia dianggap tidak menarik. Tidak istimewa. Mereka lebih sering mewartakan cerita sukses perantau dari Jakarta, Surabaya, Kalimantan, hingga Batam bahkan di negeri jiran.

Mari melongok ke tenggara pulau Sulawesi, di sana kiprah para perantau asal Bugis-Makassar sangat jelas terlihat. Tengoklah di etalase ekonomi maupun panggung politik. Para perantau itu sukses setelah ulet bekerja, membuka lahan usaha tanpa kenal lelah dan rela menderita di awalnya. Mereka datang dari kelas pekerja, pekebun, nelayan, pedagang hingga tokoh masyarakat yang mencoba peruntungan nasib di kampung seberang. read more

Andi Alwi, Antara Bikeru dan Boi Pinang

Tambak dan Bakau...
Pernah dengar nama Desa Teppoe Seddi?. Desa Teppoe mungkin iya, itu nama desa di Kabupaten Sidrap. Tapi Teppoe yang ini bukan di Sulawesi Selatan tapi di Tenggara. Nama kecamatannya pun beraroma Bugis, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Nama desa ini saya dengar dari lelaki Andi Alwi yang saya temui di Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone. Dia sedang berdiri di depan kapal barang sekaligus penumpang itu pada sore tanggal 25 Oktober 2010. Para buruh pengangkut barang sedang memanggul karung beras naik ke Kapal Motor Setia Kawan yang berlabuh. Beberapa penumpang telah duduk di dek menunggu bel keberangkatan. Suasana ramai sore itu. read more

Kisah Perantau dari Uloe

Penanganan tenaga kerja Indonesia(TKI) yang cenderung tidak manusiawi belakangan ini kerap menyulut ketegangan antara Indonesia dan Malaysia. Di sisi lain, banyak TKI belum sadar tentang pentingnya kejelasan status kerja mereka agar tidak menjadi “sapi perah” aparat kedua negara.

Rendahnya kesadaran serta situasi ekonomi yang rentan krisis kerap menjadi pemicu persoalan bagi para TKI saat mengadu nasib. Bagi mereka yang penting bekerja. Mereka tidak mau pusing dengan administrasi atau keimigrasian. Di balik itu ada beberapa kisah menarik yang dialami oleh mereka untuk jadi pelajaran bersama. Salah satunya pengalaman seorang mantan TKI asal Kampung Uloe, Kabupaten Bone berikut ini. read more

Chico, Pembangunan Tanpa Penghancuran adalah Mungkin!

Chico dan Keluarga (dari http://www.chicomendes.com)
“Seperti saya, para tokoh penyadap karet telah bekerja menyelamatkan hutan hujan Amazon, dan membuktikan, kemajuan tanpa penghancuran adalah mungkin”. (Chico Mendes)

Lelaki tinggi dengan kumis tebal itu membuka pintu belakang rumahnya di Xapuri, Acre Brazil. Dia hendak mandi. Tiba-tiba satu tembakan merobek dadanya. Dia tersungkur. Dia pelakon utama dalam film bertema konservasi lingkungan dan perlawanan kelas. Judulnya “The Burning Season – The Chico Mendes Story” yang dibintangi oleh aktor Raul Julia, saya menonton film berdurasi 123 menit ini kemarin sore. Ya, namanya Chico Mendes, dia tidak asing bagi para aktivis lingkungan hidup dan pecinta alam di seluruh dunia. Lelaki ini lahir di Ekuador pada 15 Desember 1944 dari keluarga penyadap getah karet di radius wilayah Amazon, Amerika Selatan. read more

ANES, Selamat Datang Mimpi Buruk!

A Nightmare at Elm Street (Wikipedia)
Pernah nonton film horor berjudul A Nightmare at Elm Street (ANES) di rentang waktu 1984? Jika belum, maka kita sama. Mungkin karena kita tinggal di kampung atau masih kanak-kanak atau bahkan belum lahir. Saya baru tahu jika film ini telah beberapa kali dibuat saat seorang teman di facebook menyebutkannya. Film remake yang dibuat di wilayah Illinois, Amerika ini mulai diputar resmi pada bulan Mei 2010.

***
Film A Nightmare at Elm Street versi remake adalah satu-satunya film barat yang mejeng di wall Cinema21, Mari Mall Makassar pada malam Rabu tanggal 19 Oktober 2010. Tiga film lainnya yang tayang adalah film racikan sineas Indonesia tapi membaca judulnya yang norak ternyata tidak membuat kami tertarik.

Film ANES adalah rilis ulang sosok Freddy Krueger, pembunuh berantai yang di tangannya terdapat cakar besi dan membunuh korban dalam mimpinya. Korban akan mati di kenyataannya. ANES mengisahkan 5 remaja yang terdiri dari Nancy Thompson yang diperankan Rooney Mara, Kris Fowles (Katie Cassidy) , Quentin Smith (Kyle Gallner) , Jesse Braun (Thomas Dekker) dan Dean (Kellan Lutz) yang tinggal di Elm Street. read more

Nadal Kandas, The Melaju

The Fed (foto: arenaku.com)

Juergen Helzer, petenis kidal asal Austria ini masih jauh terpaut peringkat dibanding Rafael Nadal. Dia peringkat 13 ATP sementara Nadal pertama. Dua malam sebelumnya, di putaran ketiga Shanghai Open ATP Masters mereka bertemu. Saat menyaksikan skor 5-1 untuk Helzer di set pertama, saya senyum sendiri. Saya puas, Nadal pasti sedang gawat dan panik. Saya senang jika Nadal kalah.

Kenapa? Alasan pertama, saya tidak menyukai petenis dengan backhand dua tangan. Rasanya tidak elok dilihat. Backhand strike gaya Federer, Wawrinka, Almagro rasanya sangat memikat untuk dilihat. Bertenaga walau dengan satu tangan. Beberapa petenis terkenal seperti Pete Sampras, Stefan Edberg, Steffie Graff, Gabrilla Sabatini adalah petenis dengan gaya memukul backhand satu tangan. Jika begitu, Anda pasti paham mengapa saya selalu menjagokan Roger Federer saat ini! read more