Angku Bauk Tentang Pakkue Sengkangang

Sering, para perencana dan fasilitator pembangunan lalai untuk memerhatikan kualitas informasi yang dia peroleh dari lapangan. Mereka, kerap membuat penyederhanaan atas fakta lalu menuangkannya dalam kertas perencanaan atau rencana aksi program. Dalam merumuskan situasi dan urgensi tindakan mereka gagal memilah, yang mana fakta dan yang mana persepsi sebagai alas dalam menyusun perencanaan. Lebih ekstrim lagiContinue reading “Angku Bauk Tentang Pakkue Sengkangang”

Taufik, Pelaut Cilik Dari Bekke

Anak ini mondar mandir saaat saya sedang mengobrol dengan para pelaut dari Pulau Rajuni, Taka Bonerate, Selayar. Kulitnya hitam, rambut abu-abu. Dia mengenakan baju kaos biru tua lusuh. Sepertinya baju kesebelasan Chelsea FC. Beberapa menit kemudian saya mendekatinya dan menyapa. “Bisa bahasa Bajo?” Kataku. “Bisa!” Jawabnya. “ Sai arengta” . Siapa namamu? . “Taufik”, katanya.Continue reading “Taufik, Pelaut Cilik Dari Bekke”

Reuni Rajuni Di Atas Cahaya Rahmat

Beberapa tahun terakhir, Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan dan Pemkab Kepulauan Selayar mulai melirik kawasan ini sebagai satu destinasi wisata andalan. Berbagai festival untuk menarik kunjungan wisatawan digelar. Namun sejak ditetapkan sebagai kawasan konservasi dan tujuan wisata itu, hingga saat ini denyut ekonomi yang menghidupkan kawasan itu masih saja bertumpu pada sektor lain, sektor perdagangan danContinue reading “Reuni Rajuni Di Atas Cahaya Rahmat”

Iran Di Mata Prof Basri Hasanuddin

Ini pertemuan kesekian kalinya dengan beliau. Seperti Minggu lalu, tampilannya terlihat tetap menarik. Sepatu hitam, celana panjang hitam dan baju lengan pendek bermotif kotak-kotak kecil biru dengan dasar putih. Selalu begitu, dia selalu terlihat rapi. Dengan kumis tipis dan kacamata berbingkai keemasan di wajahnya, Prof Dr. Basri Bahanuddin, MA terlihat kinclong. Mantan Rektor Unhas selamaContinue reading “Iran Di Mata Prof Basri Hasanuddin”

Taufik, Pelaut Cilik Dari Bekke

Anak ini mondar mandir saaat saya sedang mengobrol dengan para pelaut dari Pulau Rajuni, Taka Bonerate, Selayar. Kulitnya hitam, rambut abu-abu. Dia mengenakan baju kaos biru tua lusuh. Sepertinya baju kesebelasan Chelsea FC. Beberapa menit kemudian saya mendekatinya dan menyapa. “Bisa bahasa Bajo?” Kataku. “Bisa!” Jawabnya. “ Sai arengta” . Siapa namamu? . “Taufik”, katanya.