Selayar, Lima atau Sepuluh Tahun ke Depan

Masyarakat bagian penting dalam pembangunan  pariiwisata dan perikanan (dok: istimewa)

Postingan ini diinspirasi oleh pertemuan saya dengan beberapa sahabat saat berkunjung ke Kota Benteng, Selayar, awal bulan ini. Selain Benteng, saya juga berkunjung ke perairan Pulau Pasi, pulau di seberang Kota Benteng, lalu ke Desa Patilereng di sisi timur Pulau Selayar.

Tak hanya itu, saya sempatkan juga ikut bertandang ke Taman Nasional Taka Bonerate dan mampir di Pulau Rajuni Kecil pulau yang pertama saya kunjungi di tahun 1995. Lalu ke darat Pulau Tinabo kemudian menyusuri laut dan menikmati pesona Pulau Latondu dan Tarupa.

Butuh waktu seminggu untuk merampungkan agenda trip itu bersama seorang kawan dari UNDP Jakarta serta Biorock Indonesia yang berbasis di Bali.

Pada pertemuan dengan beberapa kawan di Selayar itu, saya disuguhi pertanyaan penting meski menurutku tak baru-baru amat.

“Bagaimana caranya supaya Selayar ini bisa berkembang seperti daerah lain? Yang maju pariwisatanya seperti Wakatobi atau berkembang usaha perikanannya seperti Lappa Sinjai?”

Saya tak perlu browsing data dan informasi tentang Selayar. Yang saya ingat Kabupaten ini mempunyai pulau tidak kurang 120 biji. Selain itu dia mempunyai kawasan atol ketiga terbesar di dunia setelah Kwajifein dan Suvadiva di Pasifik.

Dengan demikian, Selayar mempunyai rataan terumbu karang yang sejatinya bisa menjadi rumah sekaligus ruaya ikan-ikan karang ekonomis.

Selayar juga mempunya posisi keunggulan strategis dan kompetitif karena berada di antara Laut Flores, Selat Makassar dan Laut Banda. Kapal dari dan ke barat atau ke timur Indonesia, terutama yang dari Surabaya melintasnya di ujung utara Selayar.

Tak hanya itu, dengan penduduk tidak kurang 120 ribu dan populasinya tersebar di pesisir, sejatinya Selayar bisa berkembang dengan memanfaatkan sumber daya pesisir dan lautnya. Penduduk yang relatif banyak untuk ukuran kabupaten kepulauan itu dapat menjadi modal dalam pengembangan potensi perikanan dan pariwisata.

Lalu, apa yang kurang sehingga Indeks Pembangunan Manusia-nya merupakan salah satu yang buncit di antara 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan? Posisi yang berarti bahwa kondisi kabupaten ini masih jauh dari kualitas hidup ideal di bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan.

Mengapa Selayar seakan tidak bisa lepas dari belitan persoalan tersebut dalam 10 atau 20 tahun terakhir ini? Apa yang bisa dilakukan agar segala lini kehidupan bisa terdongkrak atas nama pembangunan?

“Mari kita diskusikan ini pak. Siapa tahu ada masukan untuk kami, “ kata Makkawaru, Kepala Dinas Perikanan Selayar saat kami bersua kala itu. Sang Kadis terlihat sangat antusias sebagai tanda bahwa Pemerintah Daerah sedang menggalang banyak dukungan agar agenda pembangunan Selayar bisa ‘dikeroyok’.

Serius ke pariwisata dan perikanan

“Kita fokus saja, kita pilih yang spesifik pak. Selayar punya Pantai Timur dan Barat yang eksotik. Kalau ini diseriusi, saya yakin ke depan Selayar akan maju,“ kataku ke Kadis.

Maksudku, jika Selayar ingin fokus ke pariwisata, kita harus siapkan dan poles lokasi yang dimaksud. Benahi secara bertahap jangan asal bikin. Kita konsisten saja, tidak perlu terlalu ambisius atau mengurusi semua lokasi yang belum tentu punya daya tarik wisata yang maksimum.

Saya menyebut itu sebab beberapa titik wisata seperti Desa Patilereng di Pantai Timur, atau Ngapalohe atau Jammeng sedang antusias mengembangkan pariwisata bahari.

Pemda seharusnya bisa menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan oleh para pihak atau pengunjung yang datang. Bupati bisa meminta Camat atau kepala desa untuk serius membenahi hulu hilir wisata ini.

“Misalnya, kalau memang untuk pariwisata snorkeling, harusnya tidak boleh digunakan untuk mancing ya pak?. Harusnya ada aturan yang dipatuhi ya pak?” imbuh Fahri, kader wisata desa Patilereng.

***

Membangun potensi pariwisata dan perikanan berarti Pemerintah daerah harus berani mengalokasikan sumber daya, anggaran dan personalia yang kompeten untuk membenahi, merencanakan, menjalankan dan memantau setiap investasi yang dialokasikan.

Ambil contoh, salah satu lokasi wisata ‘tua’ di Selayar yang telah puluhan tahun bertahan adalah Resort Jochen di Appatanah.

Resort itu bertahan karena mereka fokus, giat berpromosi online dan mengawal setiap transaksi trip, target pengunjung jelas dan yang pasti mereka menjaga sumberdaya alam laut sebagai wahana wisata dengan ketat. Tidak ada kompromi pada yang ekstraktif apalagi menggunakan alat-alat tangkap perikanan yang merusak.

Dari Jochen terbaca pula bahwa tetamu yang datang karena jelasnya moda transportasi dan jalur-jalurnya. Jika ingin naik pesawat, bisa melewati Bandara Aroeppa, via Makassar atau jalur laut dari Bira-Bulukumba kemudian naik speedboat kemudian menyusuri sisi timur Selayar.

Pariwisata Selayar saat ini sudah selangkah lebih maju dengan adanya banyak alternatif penerbangan dari Makassar. Dari sini. Pantai Timur, Barat dan atol ketiga terbesar dunia Taka Bonerate bisa menjadi destinasi hits.

Saat ini, Pemerintah Daerah hanya perlu berinisiatif untuk menyenangkan tamu dengan infrastruktur nyaman dan memudahkan.

Kualitas jalan raya yang semakin baik dan tidak dikorupsi, sumber air yang terjaga, kendaraan darat yang lengkap, armada laut yang dilengkap alat-alat bantu, penginapan dan yang pasti menggugah keramahan warga dan pelaku wisata dengan contoh, baik dari pejabat maupun tokoh adat atau agama.

Hal kedua yang tidak kalah pentingnya adalah Pemerintah Daerah harus sungguh-sungguh menjadi bagian dari perang terhadap penangkapan ikan tidak ramah lingkungan seperti bom dan bius ikan. tanpa itu semua usaha akan sia-sia.

Fokus kedua pada bidang perikanan.

Saya termasuk yang optimis bahwa Selayar bisa maju jika mulai fokus pada dimensi perikanan skala kecil seperti perikanan cakalang atau ikan pelagis kecil. PPI Perikanan Bonehalang sangat strategis untuk menjadi pusat logistik usaha perikanan sekaligus untuk processing perikanan.

“Saat ini pabrik es di PPI Bonehalang sudah berfungsi dan bisa melayani nelayan atau kapal-kapal ikan,” kata Andi Ridho dari Dinas Perikanan Selayar.

Itu berarti sangat terbuka peluang bagi pengusaha perikanan untuk datang ke Selayar. Mereka bisa membawa armada untuk memanfaatkan kemudahan-kemudahan seperti ini. Apalagi Kota Benteng termasuk aman di segala musim.

Saya membayangkan Selayar yang maju di 10 tahun ke depan yang menampilkan situasi yang berbeda karena mapan secara ekonomi, lingkungan dijaga, taraf kesehatan dan pendidikan semakin baik, pariwisata dan perikanan berkembang tanpa tersandera konflik atau suasana setengah hati. Selayar harum dan elok di mata masyarakat internasional sebagai destinasi favorit dan memperoleh manfaat ekonomi maksimum dari usaha perikanan yang berkelanjutan.

Itu jika Pemerintah Daerah fokus pada bidang pariwisata dan perikanan dengan menyiapkan skema terpadu berbasis lokasi strategis. Bisa Bonehalang, Taka Bonerate, Panai Timur atau Jampea.

Untuk pariwisata sudah disampaikan strateginya. Untuk usaha perikanan, itu tadi, fokus di perikanan pelagis kecil termasuk cakalang dan menentukan lokasi-lokasi strategis dan diberi kemudahan seperti dermaga, kapal angkut dan dukungan sarana prasarana terkait rantai dingin.

Saat ini terlihat banyak rumpon di sisi timur Selayar, kalau ini dikelola dengan efektif, suplai ikan akan meningkat dari Selayar.  Fakta bahwa banyak ikan dari perairan Selayar yang dieskploitasi nelayan dari kabupaten dan provinsi lain harus didekati dengan penegakan regulasi atau perizinan.

Pengawasan sumberdaya ikan harus melibatkan semua unsur terutama kabupaten sebab, kabupatenlah yang terdekat dengan usaha perikanan tersebut.

Yang kedua, adalah mencoba menjadikan usaha perikanan karang seperti kerapu dan kakap sebagai salah satu unit usaha, baik dengan metode budidaya maupun perikanan ramah lingkungan.

Luasnya terumbu karang di Selayar adalah rumah bagi ikan karang. Karenanya, Pemerintah Daerah harus menyusun roadmap yang jelas dan tegas yang menggambarkan titik-titik lokasi yang bisa didorong dan diperkuat melalui pengalokasian sumber daya.

Roadmap ini berisi data dan informasi perikanan daerah, lokasi dimaksud, kelembagaan, penyiapan sarana prasarana dan ikatan regulasi.

***

Penguatan kapasitas para pihak juga harus didorong melalui mekanisme kerjasama lintas aktor termasuk nelayan, kaum muda desa, bukan semata Pemerintah tetapi pihak ketiga seperti investor atau universitas.

Jangan lagi mengulang program-program penguatan kapasitas yang asal jalan, sekadar pelatihan, tetapi pastikan output dan rencana aksinya. Pelatihan yang baik adalah ketika peserta mempunyai rencana aksi pasca pelatihan.

Lainnya adalah memastikan kapasitas sarana prasarana seperti di PPI Bonehalang di Kota Benteng untuk dapat menyuplai kebutuhan logistik kapal ikan. Kemduian membangun atau memperkuat infrastruktur perikanan yang sudah ada seperti dermaga, mesin pendingin, kapal angkut perikanan di sekitar Taka Bonerate, Bonerate, Jampea atau Pulau Madu.

Tidak boleh tidak, dana APBD harus disiapkan, selain itu bisa pula mengarahkan dana desa untuk memperkuat kapasitas usaha perikanan dan pariwisata seperti yang dilakukan di Desa Patilereng yang telah mendorong tumbuh kembangnya kesadaran wisata berbasis Bumdes.

Pada saat bersamaan mulai menyiapkan koperasi atau kelompok-kelompok nelayan yang kompeten, bukan kelompok nelayan karbitan atau sudah terbiasa menerima bantuan dan berleha-leha di rumah dan enggan melaut.

Ini pekerjaan berat dan butuh waktu, butuh proses, tidak perlu buru-buru, 5 atau 10 tahun ke depan Selayar akan maju dan diperhitungkan dalam pengembangan usaha perikanan dan pariwisata jika semua pihak satu kata, pengambil kebijakan, perencana dan para pelaku usaha perikanan dan pariwisata termasuk organisasi masyarakat sipil.

Sudah siap menyambut masa cemerlang itu?

Mari!

Tamarunang, 23/06.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.