Candid Menteri Susi, antara Kopi dan Kamera

Guys, ngopi dulu yuk di ketinggian! (foto: K. Azis)

Melihat Menteri Susi berolahraga paddling sudah biasa kan? Di beberapa media cetak dan online penampilannya menjadi terlihat berbeda dan ‘perkasa’ karena kelihaiannya mengayuh paddle sambil berdiri. Dia mampu menjaga keseimbangan serta berani menghadapi gelombang.

Pada satu kesempatan, dia terlihat mengayuh paddle di tepi tebing batu besar dan bisa saja dihempas gelombang utara Pulau Natuna yang dahsyat. Atau pada kesempatan lain dia ber-paddle di tepian Kota Kendari di sela pulau Bokori dengan arus balik yang dikenal kuat.

Setelah beberapa kali ikut misinya ke beberapa titik seperti Natuna, Kendari, Banda Neira, Tegal hingga Bandung, kali ini saya dibuat kagum pada ketenangannya saat berada di atas chopper antara Tegal dan Bandung.

Sepulang dari melihat proses verifikasi kapal cantrang dan berkonsultasi dengan nelayan-nelayan di Tegalsari, Tegal, Menteri Susi tandang ke Bandung. Saya ada di belakangnya, mendapat kesempatan untuk melihat Pantura dari udara. Yes!

Ini kesempatan kedua naik chopper setelah sebelumnya pernah naik dari Meulaboh ke Banda Aceh tahun 2006.

Saya agak kelimpungan dan berkeringat dingin karena perjalanan terhadang mendung tebal di tepi Gunung Tampomas, sementara dia terlihat santai saja. Dia terlihat tenang, bahkan meminta pilot untuk bermanuver melihat jalan tol yang sedang dibangun.

Di sisi lain, saya sibuk mencari pegangan bak mencari mencari pegangan di mobil. Hal yang tak saya temui di chopper.

Membaca kota dengan kamera (foto: K. Azis)

Tak hanya jelang masuk Bandung, di Tegal, saat pesawat berbaling-baling itu merangkak naik, perempuan itu meraih kamera yang acap dia bawa. Kamera yang dijagokannya sebagai pemberi gambar bagus, jernih dengan akurasi maksimum.

Itu adalah kamera putih yang menurutnya telah memberinya beribu-ribu gambar pesisir dan laut Nusantara selama menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Bu, mungkin suatu waktu bisa dipamerkan,” kata wartawan pada suatu ketika.

“Iya, mungkin saja,” katanya sambil mengangkat bahunya.

Di pagi jelang siang itu dia terlihat membidik pantai Cirebon, mengabadikan suasana kapal-kapal kecil menebas ombak dan kembali ke daratan Pantura, Jawa Tengah sebelum memasuki tapal batas Jawa Barat yang terkurung mendung.

Selain kamera, sebuah tas jinjing kulit berisi dua termos, satu bertuliskan teh, satunya kopi menjadi penemannya. Dua pilihan yang bagus disuguhkan untuk sesiapa teman perjalanannya. Selain minuman, Menteri Susi juga tak pernah luput dari buah. Kadang jeruk, kadang semangka, nenas hingga melon. Dia penikmat buah.

“Kopi bagus untuk fisik, asal jangan banyak gula, kalau perlu tak pakai gula,” katanya pada suatu ketika di Natuna.

Menikmati kopi sembari membaca realitas Indonesia (foto: K. Azis)

Terkait kamera, dia acap juga mengingatkan untuk tetap menjadi proporsi gambar. Pada beberapa kesempatan dia memberi masukan untuk foto yang terlihat blur atau ‘bergerak’.

Dalam perjalanan yang mendebarkan itu, lantaran saya tak minum kopi, saya meraih roti dan tak lupa mencicipi semangka bekal dari Tegal. Tak lupa saya candid, untuk dear readers bisa menikmati bagaimana Menteri Susi menikmati perjalanannya, bukan?

Gowa, 25/02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.