Warga Kampung Mapia Belajar Teknik Hidroponik di Kota Makassar

DSC_2223Sebanyak 15 orang perwakilan warga Kampung (Desa) Mapia, Kecamatan Supiori Barat, Kabupaten Supiori, Papua bertandang ke Kota Makassar untuk belajar manajemen usaha perkebunan skala kecil, 18-21 Januari 2018).

Nadir, SP. M.Si dari Prodi Agribisnis Unismuh Makassar mengampu materi manajemen usaha perkebunan skala rumah tangga. Narasumber kedua adalah Takdir, ST, membawakan materi teknik hidroponik.

Narasumber ketiga sekaligus fasilitator pelatihan Kamaruddin Azis menyinggung aspek urgensi pengorganisasian dan pentingnya analisis kapasitas dan rencana aksi kelompok.

Untuk melengkapi wawasan, pengetahuan serta keterampilan para peserta, dilaksanakan pula studi banding ke Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar.

Pada pelatihan yang berlangsung di Durian Condotel Makassar itu, Nadir, yang juga sekretaris Prodi Agribisnis Unismuh memguraikan dimensi hidroponik, pengertian, bahan, alat dan jenis-jenisnya.

Nadir menjelaskan pentingnya inisiatif bagi warga untuk mengidentifikasi sumber daya yang ada di Kepulauan Mapia dan pentingnya kerjasama dalam menyusun rencana aksi perkebunan berbasis warga.

“Bukan hanya hidroponik, kelapa yang selama ini menjadi andalan Kampung Mapia bisa dimanfaatkan secara optimal. Selain konsumsi juga untuk berbagai bentuk kerajinan tangan. Bidang perkebunan, peternakan hingga usaha perikanan,” katanya.

Sementara itu, Takdir, yang telah menggeluti usaha hidroponik di rumahnya sebagai alternatif komersil, memaparkan alasan-alasan mengapa hidoponik bisa menjadi alternatif ekonomi rumah tangga karena kepraktisannya.

Selain memaparkan aspek teknik budidaya, menguraikan bahan dan alat, Takdir juga memandu pemahamanan, pengetahuan dan keterampilan warga dengan menunjukkan contoh fisik bahan hidroponik.

Beberapa peserta bahkan diarahkan untuk menggunakan bor listrik dalam melubangi wadah pipa hiroponik.

Kamaruddin menekankan hal-hal yang harus diantisipasi oleh warga Mapia terutama aspek ketersediaan air tawar, pembentukan kelompok hingga aturan bersama.

Di hari terakhir, peserta bertandang ke Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar.

Dekan Fakultas Pertanian, H. Burhanuddin, S.Pi, M.Si didampingi PD 1 Muh. Arifin Fattah, M.Si menerima peserta dengan antusias. Hadir pula ketua jurusan program studi agribisnis, Amruddin, S.Pt, M.Si.

“Kami berterima kasih kepada Kepala Kampung Mapia dan rombongan atas kunjungannya. Semoga ini menjadi model kolaborasi antara Unversitas terutama Prodi Agribisnis, LSM dan masyarakat Mapia,” kata Burhanuddin.

Di Unismuh, para peserta berkunjung ke ruang praktik hidroponik di lantai 4 dan memperoleh penjelasan dari pengampu mata kuliah ibu Jumiati dan asisten dosen Fahri.

Peserta sangat antusias menyaksikan instalasi hidroponik, juga ketika ada mahasiswa yang sedang memasang pipa-pipa. Ikut mendampingi Amruddin dan Nadir dari Prodi Agribisnis.

“Coba kalian fokus baik-baik pada penjelasan bapak ibu ini, biar nanti bisa jalankan di kampung. kita siapkan bahan dan alat nanti, yang penting sungguh-sungguh,” kata Willams Msen kepada perwakilan warga Mapia.

Williams adalah Kepala Kampung Mapia, gugus pulau terluar Indonesia di Tepian Pasifik yang juga ikut bersama peserta studi.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s