Cerita Suyitno, Lengah di Laut Berarti Karam!

20180105_102020
Suyitno (kiri) bersama Dirops Laut Bakamla (foto: istimewa)

Jumat, 5 Januari 2018, Jakarta baru saja menggeliat. Dengan ber-KRL, saya bergegas ke kantor Bakamla RI di pusat kota. Saya berjanji dengan Direktur Operasi Laut Bakamla, Laksma R. Eko Rahardjo untuk berbincang mengenai Bakamla, tantangan dan ruang lingkup tugasnya.

Sebelum bersua perwira bintang satu tersebut, saya menyempatkan berbincang dengan Suyitno, S.Sos, M.Si, personil dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan diperbantukan sebagai PPNS Perikanan di Bakamla RI.

Bersama Suyitno, hadir pula Letkol Laut (P) Asep Budiman, Kasubdit Reneval Opsudimar, Bakamla RI yang menceritakan ruang lingkup tugas dan fungsi Bakamla serta tantangannya.

Sementara itu saat ditanyakan suka duka menjadi personil Bakamla kala melakukan operasi, Suyitno mengatakan tetap mempunyai risiko meski sejauh ini masih bisa dikendalikan.

“Seingat saya dalam tahun 2017, saya ikut empat kali operasi bersama Bakamla RI. Di tahun 2016 berhasil ditangkap 19 kapal asing, dari Vietnam semua. Terakhir yang paling banyak ditangkap itu di awal tahun 2017, ada 13 kapal. Lokasinya di perairan Anambas, Kepri” kata Suyitno.

Menurutnya, beberapa di antaranya sudah ditenggelamkan tahun lalu.

Saat ditanya perihal tantangan terbesar selama melaksanakan operasi seperti itu, Suyitno mengatakan tantangannya adalah ketika mereka (nelayan asing) melawan meski sudah diperingati atau bahkan ditembaki.

“Tantangannya kalau mereka melawan sampai kapal kita ditabrak, seperti yang kami alami saat memergoki mereka di sisi barat Kota Tarempa. Sekitar perbatasan perbatasan Malaysia, di sekitar lokasi pengeboran minyak,” ungkap Suyitno.

Peristiwa tersebut berlangsung di bulan Desember 2016, saat gelombang sedang tinggi.

“Saat itu musim utara, kami menggunakan Kapal Hiu Macan I. Saya sebagai personil on board dari Bakamla. Jadi sifatnya operasi gabungan namun meminjam kapal KKP,” kenang Suyitno.

Dari Suyitno diperoleh informasi bahwa di tahun 2016 itu dia menjadi bagian dari operasi yang digelar dari bulan Oktober – Desember yang membutuhkan jumlah waktu selama 60 hari.

“Kita melaksanakan tiga kali operasi dan kita dapat 19 kapal di bulan Oktober-Desember 2016 itu,” katanya terdengar optimis.

“Kapal kita sama-sama pecah pak. Meski ditembakin, mereka nabrak kita,” kata alumni Universitas Mustopo Jakarta yang pernah menjadi asisten tokoh Soedomo (ketua DPA) ini.

Pengabdian Suyitno di Bakamla RI bermula ketika dia dipromosikan oleh Direktorat Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP.  Dia merupakan alumni dari program sekolah penyidik KKP.

Di Bakamla, Suyitno datang bersama 5 utusan KKP lainnya dan bergabung dengan100 personil dari TNI-AL, 6 dari AU, 3 dari AD, Polri sebanyak 21, Jaksa 3 orang serta 2 orang perwakilan Kementerian Perhubungan (Laut).

“Saat itu, di tahun 2006, KKP sedang kekurangan tenaga penyidik perikanan,” kata pria kelahiran Semarang, 48 tahun lalu ini dan sekarang menjabat sebagai Kasi Operasi Keamanan Laut.

Bersinggungan dengan nelayan asing yang masuk secara ilegal adalah persoalan pelik dan sejatinya harus diredam, baik dengan persuasi maupun dengan penegakan hukum. Beberapa nelayan tersebut bertindak tega dan bahkan telah mengakibatkan korban jiwa bagi aparat di garis depan.

Tak hanya itu, mereka juga menyebabkan persoalan sosial seperti yang dialami warga Kota Tarempa beberapa waktu lalu dimana perahu nelayan dilarikan dari lokasi penahanan di Tarempa Timur.

Dari cerita Suyitno ini, jelas bahwa upaya penegakan hukum dan konsistensi dalam menegakkan marwah kedaulatan negara di titik-titik rawan seperti perbatasan dengan Malaysia dan Vietnam harus terus dikobarkan. Tidak boleh main-main, apalagi mengalah pada pencuri ikan.

Dari cerita Suyitno, kita bisa mengatakan jika kita lengah menghadapi pencuri ikan maka itu berarti kalah dan karam! Mau?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s