SK-HD, Bersetialah Hingga Akhir

Syamsari dan Bur (foto: Fajar Online)

Sepasang berbahagia sebentar lagi dilantik atas nama demokrasi. Setelah melewati onak duri palagan Pilkada Takalar, SK-HD sukses melenggang ke tampuk kuasa Bupati dan Wakil terpilih Takalar, 2017-2022. Perjalanan keduanya, layaknya perhelatan Pilkada penuh dengan drama dan juga intrik, dari akar rumput hingga elite.

Yang tak kalah seru adalah ‘online war’ dari pada simpatisan dan tim sukses. Tapi begitulah, kompetisi kuasa bernama Pilkada, selalu berujung pada siapa yang unggul kuntitatif dan prosedural. Syamsari dan Haji De’de meraup 88.113 suara sementara pesaingnya yang juga incumbent 86.090 atau beti 2000-an suara.

Faktor kunci

Tak bermaksud membuat baper, penulis ingin membuka kembali lembaran proses Pilkada sebelumnya yang mengantar pasangan itu.

Ada beberapa catatan atasnya. Pertama, SK-HD optimal menggaet simpatisan, terkhusus di Galesong Raya. Mereka menjawab selera voters lebih efektif dengan gaya ‘defensif, humble dan membaur’.

Mereka berhasil menjaga spirit tim menjaga kantong suara Galesong Raya. Humble atau sombere’, karena pasangan tersebut berhasil memperlihatkan simbol-simbol representasi rakyat kecil yang sederhana, tak wara-wiri dengan atribut elite dan cenderung simplistis pada inti pertarungan Pilkada.

SK-HD intens menyigi dan menjaga basis kantong-kantong suara terutama di Galesong Raya (Galesong Utara, Galesong, Galesong Selatan) yang selama ini terkenal intim dengan Golkar. Mereka membeber 22 program unggulannya (termasuk program sapi itu) dengan rinci, Itu terlihat di beberapa rumah warga Galesong. Informatif, fokus tanpa harus mencibir program pesaing.

Buahnya, banyak kaum muda progresif dan memahami filosofi pemberdayaan politik warga merapat di SK-HD lalu ditambah para ‘pria bergamis’ dari PKS yang tangguh bersilaturahmi door to door.

Kedua, Parpol pengusung Bur-Nojeng terlihat melempem. Banyaknya partai pengusung belum berkorelasi dalam meraup suara terutama di pesisir Galesong hingga Sanrobone. Penetrasi wakil partai tak optimal masuk ke relung sukma pemilik suara.

Dua sebab, perwakilan partai tak merepresentasi psikologi warga, sebab sebagian datang dari wilayah lain, bukan warga asli Galesong dan ini menjadi ‘sasaran agitasi politik di linimasa Pilkada’. Kedua, SK-HD diuntungkan transisi kepemimpinan di tubuh Golkar Sulsel. Hadirnya Nurdin Halid bak antitesis bagi voters fanatik SYL.

Ketiga, ada kulminasi semangat kolektif Galesong Raya nan sengit. Bahwa mereka amat mampu mendudukkan putra terbaiknya, kompeten dan ‘tawadhu’ di pucuk Pemerintahan setelah puluhan tahun tak kebagian kursi meski hanya wakil Bupati.

Ada panggilan kesadaran baru tentang betapa strategisnya Galesong Raya sehingga tak bisa dipandang sebelah mata. Perlu diketahui bahwa proses terbentuknya Kabupaten Takalar secara administratif adalah juga buah tangan keluarga Karaenga ri Galesong.

Bagi mereka, bersatu di Pilkada adalah niscaya, sebanding dengan kekuatan politis di Teluk Sanrobone yang juga dahaga perubahan.

Keempat, manajemen timses SK-HD efektif menggerakkan unsur-unsur pada tingkat terendah hingga ke penghitungan suara. Mereka merangkul yang ‘tercampakkan’ di birokrasi, pengusaha, simpatisan di hampir semua kecamatan untuk berbagi informasi.

Sungguh, penulis tak pernah melihat geliat politik di Galesong Raya seantusias ini. Posko-posko pemenangan menjamur saat itu, loyal.

Kelima, rentetan peristiwa seperti kisruh tanah Laikang hingga lambat atau tidak cairnya dana Sisduk 2016 amat berpengaruh.

Yang keenam, diuntungkan momentum dan faktor RMS dan soliditas tiga partai. Meski Syamsari kader PKS dan De’de PPP, RMS-lah yang getol memotivasi timses.

Dia pengecualian di tengah tudingan partai-partai kerap meminta ‘mahar politik’. RMS ingin membuktikan ke pucuk Nasdem bahwa dia all out, sebagai figur kapabel untuk kontestasi politik yang lebih tinggi di Sulsel, Gubernur misalnya.

SK-HD, bersetialah pada janji

Kita, atau siapapun yang mencintai Takalar tanpa beralas kepentingan sektarian, partisan atau wilayah tertentu pasti sadar bahwa potensi strategis di selatan Makassar, Takalar adalah kekuatan sosial ekonomi penting di Sulsel.

Potensi kelautan dan perikanan, pertanian, peternakan, perkebunan hingga pariwisata pantai, harus dikelola baik dan tak lagi sekadar jadi gula-gula manis di dokumen perencanaan. Tak lagi membiarkan sektor swasta jalan sendiri dan Pemda sibuk dengan agenda yang ekslusif dan tidak efektif.

Valuasi ekonomi yang tinggi dan strategis pada potensi tersebut tentu modal bagus untuk SK-HD. Letak Takalar di selatan Makassar adalah simpul pembangunan yang tidak perlu waktu lama untuk tumbuh kembang.

Jika ada yang perlu dirawat dan diperkuat maka itu adalah kesungguhan dan mentalitas para ASN untuk tetap mengabdi, bukan ‘mengambil’.

Kita, terutama warga Takalar sudah lama dibuat lippu oleh informasi praktik korupsi, inefisiensi hingga laku semena-mena oknum Pemerintahan yang lebih mendahulukan kepentingan kuasa, kursi, jabatan ketimbang memperbaiki layanan mereka ke publik.

Keduanya tidak boleh meninggalkan atau menanggalkan lembaga-lembaga sosial yang selama ini concern pada perubahan-perubahan substansial di Takalar. Kapasitas dan daya juang warga pesisir dan petani di Takalar yang telah terbukti solid dan toleran adalah modal sosial yang dapat dioptimalkan oleh SK-HD.

Masih banyak organisasi-organisasi mitra di Takalar yang punya idealisme, yang bersedia mengalokasikan sumber daya mereka, kekuatan, kompetensi, tanpa harus merengek ke kas-kas Pemerintah demi proyek. Yang mereka butuhkan adalah komunikasi dan kesepahaman dalam menjalankan misi masing-masing dan tak dinihilkan oleh Pemerintah.

Oleh sebab itu, SK-HD harus interns dan konkret memperkuat relasi positif patron-client pesisir, kekuatan kelompok tani seperti di sekitar Palleko hingga Mangngarabombang. Harus merangkul para petani pengguna air, menjadi bagian forum-forum warga yang kian subur belakangan ini termasuk ‘masyarakat dunia maya Takalar’ yang kian bernas dan mencerahkan.

SK-HD harus membangun koalisi dengan aktivis LSM yang telah semakin terorganisir dan kompeten. Tentu dengan menyepakati kriteria dan prosedur yang ideal. Menjadikan mereka mitra tentu akan menjadi mercusuar pelayaran pembangunan mereka di lima tahun berikutnya.

Riuh di atas Takalar karena hembusan angin perubahan yang bertiup kencang dari Galesong Raya hingga Laikang itu harus segera dikelola dengan baik oleh SK-HD, oleh siapapun, sebagai pelajaran, sebagai inspirasi. Semoga hanya angin kesiur, tanpa gaduh dan ricuh dalam menapaki jalan panjang pengbdian mereka.

Pahamilah bahwa sudah banyak bukti ketidakcocokan antara pucuk Pemerintahan di wilayah lain, dan harusnya itu menjadi pertimbangan bagi keduanya untuk bisa mengambil inspirasi dan bersiteguh hati untuk terus bersetia.

SK-HD adalah sepasang dari sekian banyak putra-putra terbaik Takalar, karenanya, siapapun yang unggul harus merangkul pesaingnya, yang belum beruntung ambil hikmahnya. Ke depan, agenda perubahan yang telah disiapkan semoga dapat direalisasikan.

Demi Takalar dan janji suci Pilkada, Tuhan pasti akan buka kesempatan seluas mungkin untuk berbenah, mengabdi dan membuktikannya. Kuncinya, bersetialah pada rakyat!

Salamakki, semuanya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.