Penerbangan Masih Jadi Kendala Pariwisata Banda Neira

20171023_130147

Reza dan Menteri Susi di depan hotelnya (foto: Kamaruddin Azis)

Saat pelaksanaan Pesta Rakyat Banda 2017 dari tanggal 11 Oktober hingga 11 November, penerbangan adalah salah satu isu yang juga banyak dibahas. Hal ini saya dengar dari beberapa tamu dan juga operator pariwisata di sana.

***

Hingga akhir 2016, Pemerintah mengklaim telah mencapai nilai 13,5 juta dollar AS per tahun dari ceruk bisnis pariwisata. Ada peningkatan nyata sebab pada sebelumnya, pariwisata masih ada di peringkat keempat sebagai sektor penyumbang devisa terbesar.

Di acara Sail Sabang di Aceh (02/12), dengan anteng Jusuf Kalla mengatakan bahwa kalau kita mendapatkan 10 juta wisatawan mancanegara berarti akan diperoleh 12 miiar dollar AS devisa. Sekarang nyaris mencapai 14 miliar dollar AS.

Sayangnya, kemajuan ini masih bertumpu pada lokasi-lokasi wisata gemuk seperti Bali, Lombok, Raja Ampat, Labuhan Bajo, Wakatobi atau Toraja. Pulau-pulau kecil terluar yang tidak kalah potensinya masih terpuruk atau megap-megap.

Beberapa ada yang kolaps namun tidak sedikit juga yang terus memupuk optimisme. Mereka masih percaya bahwa dengan tata kelola yang baik, waktu dan kesempatan emas akan berpihak ke mereka. Hanya perlu kesungguhan atas bawah, muka belakang, kiri kanan, kita semua. Indonesia Timur terutama Banda Neira tidak kalah dengan Bali atau Lombok sekalipun.

***

Banda Neira? Iya, sebab di sana, pesona pantai, kandungan dan keindahan lautnya, khazanah kebudayaan, peninggalan sejarah di daratan adalah ceruk bisnis wisata yang belum optimal dikelola hingga saat ini.

Kesan tersebut saya rasakan saat berkunjung ke Banda Neira beberapa waktu lalu dan bertemu beberapa pelaku pariwisata. Reza Tuasikal, adalah satu satu contoh sosok yang getol memperjuangkan agar citra dan daya tarik Banda Neira terus terkerek dan diperhatikan Pemerintah.

Reza adalah operator wisata bahari yang juga mengelola penginapan eksotis bernama The Nutmeg Tree Hotel and Dive dan menjadi salah satu pilar kala digelar Pesta Rakyat Banda 2017 yang digelar sejak 11 Oktober hingga 11 November 2017.

20171022_101131
Keindahan Gunung Banda Besar (foto: Kamaruddin Azis)

Reza terlihat akrab ketika bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dia bahkan mengajak Menteri istimewa itu melihat suasana hotelnya yang cozy karena berbatas tepi pantai itu.

Mengapa Banda Neira? Mengapa dia amat menjanjikan sebagai bagi masa depan pariwisata Indonesia sebab di Banda Neira terdapat rumah pengasingan Bung Hatta, Sjahrir. Juga ada Benteng Belgica yang eksotik, ada rumah-rumah peninggalan pembesar VOC kala itu.

Pemandangan Gunung Api Banda Besar adalah salah satu magnet wisata yang dapat membius hasrat pelancong akan keindahan pepulau di Maluku. Lumeran lava yang sudah mongering terlihat memukau di sisi gunung yang dapat dilihat dari jauh. Demikian pula pulau-pulau di sekitarnya seperti Lonthoir, Run atau Pulau Hatta.

Banda Neira memiliki eksotisme pantai serta kondisi terumbu karang yang masih sangat bagus. Pilar budaya seperti tradisi Sasi menjadi tameng dari kegiatan-kegiatan destruktif seperti yang banyak terjadi di lokasi lain di Indonesia.

“Hingga kini, persoalan kita adalah jumlah penerbangan yang sangat, sangat terbatas,” sebut Reza saat bersua Susi Pudjiastuti di pertengahan Oktober itu.

20171023_080514
Salah satu bagian dari Pesta Rakyat Banda (foto: Kamaruddin Azis)

Susi datang ke Neira saat itu dengan menaiki Susi Air miliknya yang tahun ini tak lagi melayani rute itu karena dapat lokasi lain. Selama ini, pesawat udara tidak melayani Ambon-Banda Neira tiap hari sebagaimana lokasi wisata lain seperti Wakatobi atau Saumlaki. Pesawat Susi Air sebagai misal, tahun lalu hanya melayani 2 kali seminggu. Kapal Pelni hanya bisa 2 minggu sekali.

Penerbangan jadi kendala

Selama ini pengunjung menggunakan penerbangan dari Jakarta pada tengah malam. Tiba antara pukul 06.00 atau 07.00 WIT. Ini penting agar tidak kelamaan menunggu di Ambon. Bergegaslah ke Pelabuhan Tulehu karena kapal akan berangkat pukul 09.00-10.00 WIT. Butuh waktu 6 jam untuk sampai ke Banda Neira. Harga tiket Rp. 410.000.

“Untuk ke Banda Neira, pesawat ada tapi beberapa kali terganggu juga. Operator masih perlu subsidi. Pesawat kadang jadi kendala, kapal laut menjadi alternatif untuk ke Banda Neira,” kata Reza saat menikmati senja bersama Menteri Susi di tepian Neira, (22/10).

Beberapa waktu lalu Merpati pernah melayani rute Ambon – Neira. Pun Susi Air dengan harga Rp. 300-an ribu sekali jalan. Tapi sekarang, seperti keluhan Reza, frekuensinya sungguhlah sangat kurang dibanding antusiasme Pemerintah dan para wisatawam.

Pemerintah terutama Kementerian Perhubungan harus bersungguh-sungguh memikirkan dan memberi solusi penyediaan penerbangan yang tepat dan cepat untuk Banda Neira.

“Sekarang kita hopeless, susah betul bu,” kata Reza kepada Susi beranda Hotel Maulana, milik keluarga tokoh Des Alwi di Neira. Hotel Maulana bersebelahan dengan The Nutmeg Tree Hotel, keduanya punya bonus Gunung Api Banda Besar di seberangnya. Dari depan hotel kita bisa melihat denyut pagi hingga malam di kaki Gunung Api Banda Besar.

Ingin tahu budget yang pas berapa menuju Banda Neira? Bagi Anda yang berdiam di Jakarta dan ingin menjajal keindahan Banda Neira, persiapkan budget sekira 4-5 juta. Bisa lebih bisa kurang tergantung moda transportasi yang pilih.

Perhitungkan biaya ojek, bus bandara, pesawat Jakarta – Ambon, sewa mobil ke pelabuhan Tulehu, kapal laut ke Banda Neira dan biaya menginap, makan dan biaya keliling pulau atau biaya snorkeling dan diving.

“Jika penerbangan lancar, saya yakin Banda Neira akan maju,” ujar pengelola The Nutmeg Tree Hotel and Dive yang terletak di Jalan Pelabuhan, Desa Nusantara, Banda Neira ini dengan optimis.

“Hingga kini Ambon – Neira masih tiap Rabu. Terakhir (operasi) di Januari 2018,” tambahnya vis Whatsapp pagi ini, (03/12). Dia tidak ingat persis nama operator penerbangannya.

“Penerbangan, setelah Januari 2018?” Masih seng jelas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s