Perihal Importasi dan Amputasi Mafia Garam

Kekurangan 1,6 juta ton garam untuk pemenuhan kebutuhan nasional nampaknya tidak bisa dilihat sebagai kegagalan produksi dan pengaruh musim belaka. Kita pernah surplus hingga 1 juta ton di 2009, meski berlebih, impor garam saat itu tetap berlangsung. Ini menggambarkan bahwa garam jadi ‘bertensi tinggi’ ketika tata kelola produksi di hulu hingga hilir tak diberesi denganContinue reading “Perihal Importasi dan Amputasi Mafia Garam”

Aku dan Prahara Garam, Koinsidens!

Dua minggu lalu, sepotong ikan kering asin asal Pangandaran kukunyah di satu pagi yang gegas. Terus terang, aku cukup nekat kala itu sebab sejauh ini kuklaim diriku sebagai pengunyah ikan kering paling bandel. Mana itu, ikan kering Lae-Lae, ikan katamba Pasar Sumigo hingga ikan belawes asal Taka Bonerate. Apalagi ikan kering peneman bubur Manado. Sini,Continue reading “Aku dan Prahara Garam, Koinsidens!”

Derita Patorani Galesong, Siapa Peduli?

Muara sungai Saro’, Galesong Selatan, Takalar yang selama ini ramai oleh kapal-kapal nelayan, terlihat sepi. Pada petang itu, hanya ada belasan perah yang sandar. Biasanya hingga ratusan. Sebagian besar telah ke lautan luas menemui takdirnya, ke Selat Makassar, ke timur Maluku dan Papua mencari telur ikan terbang. Mereka melanjutkan tradisi di lautan sebagai pencari telurContinue reading “Derita Patorani Galesong, Siapa Peduli?”