Merekam Panorama dan Pesona Tanimbar

Anda pasti setuju kalau saya bilang panorama Maluku selalu menarik, unik dan memesona, apalagi jika membaca kreasi sosial dan ragam budayanya. Keindahan alam darat, laut dan kreativitas manusianya telah lama mendapat pujian. Karena kekayaan sumber daya alam Maluku tersebutlah sehingga para pengelana dari jazirah Arab dan Eropa tergiur untuk bercokol dan menguasainya.

Sebagai kawasan kepulauan, Maluku menaungi ratusan pulau yang menyimpan potensi nan luar biasa. Salah satu kabupaten penting di rongga dalam Maluku adalah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) yang ber-ibukota Saumlaki.

Di tahun 2016, saya mendapat peruntungan baik karena setelah beberapa tahun tak berkunjung ke timur (terakhir ke Ternate dan Ambon di tahun 1994), akhirnya datang lagi, saya dapat tiga kali kesempatan menyambangi Maluku bagian tenggara barat, kawasan yang acap disebut Kepulauan Tanimbar.

MTB mempunyai panjang garis pantai sekitar 1623.27 km. Kabupaten ini memiliki luas wilayah laut sekitar 88.4%, sisanya merupakan pulau-pulau kecil mencapai 174. Ada 122 telah bernama. Yang unik, dia mempunyai 4 pulau kecil terluar yang berbatasan dengan Australia. Itulah mengapa wilayah MTB disebut sebagai salah satu wilayah strategis Indonesia, beranda depan Nusantara. Saat ini tercatat ada 75 desa dan 1 Kelurahan. Warganya sebagian besar berada di pesisir pantai.

20160924_103156-copy

Bersama Nasruddin dan Mahfuzd di PPI Ukurlaran, Saumlaki.

Kota Saumlaki adalah kota tua, seorang Soekarno pun pernah ke sini. Letaknya yang strategis merupakan tumpuan Soekarno dan Pemerintah Republik Indonesia saat itu, pusat pertahanan dan titik tumpu logistik nasional, apalagi beririsan dengan perbatasan ‘hotspot’ Australian dan Papua.

Sebuah patung Soekarno mengangkat tangan, menyambut anda ketika berkunjung ke kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten di timur kota.

Sejak dulu, warga Tanimbar menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam daratan dan lautan, perkebunan, kopra, keladi, ubi kayu, hingga hasil perikanan, ikan karang dan pelagis termasuk rumput laut. Mereka diikat oleh norma-norma adat serta organisasi sosial kemasyarakatan adat dan keagamaan yang kuat dan dihormati.

Saat ini, Kota Saumlaki termasuk desa-desa di sekitarnya sedang berbenah apalagi sejak adanya kehendak Pemerintah Pusat untuk menjadikan Kepulauan Tanimbar sebagai salah satu spot pertambangan gas skala raksasa yang akan ditangani oleh PT. Inpex Corporation.

***

Saya berkunjung sebanyak tiga kali ke MTB. Pada bulan Agustus, September 2016 dan November 2016 sekaitan dengan ikhtiar skema ‘social investment’ Inpex, sebagai bukti dukungan pada masyarakat Tanimbar, sekaligus prakondisi sebelum investasi pertambangan gas itu benar-benar beroperasi.

Perjalanan pertama saya dari Makassar via Ambon kemudian mendarat di Saumlaki dalam bulan Agustus 2016, perjalanan kedua dan ketiga melalui dari Bandara Soekarno International Airport di Jakarta pada September dan November 2016.

Di ketiga rentang perjalanan tersebut, saya beruntung bisa menapak kaki di Saumlaki, Desa Lermatang, di Olilit yang eksotis serta Desa Latdalam yang rapi. Tentu dengan beragam cerita, inspirasi dan pesona unik khas alam manusia Maluku itu.

20160814_162200

Suasana di pantai Desa Lermatang, salah satu lokasi program pendampingan ‘Social Investment’ Inpex Corporation. Di sini, warga mencoba peruntungan dengan menanam rumput laut untuk perbaikan ekonomi mereka. Terdapat dua kelompok sedang bersemangat atas fasilitasi DFW Indonesia.

20160814_173423

Dermaga di Desa Lermatang. Banyak kaum muda datang ke sini untuk rekreasi, berwefie hingga foto-foto pre-wedding.

20160815_182827

Gereja di Kota Saumlaki. Terdapat beberapa gereja yang indah di kota ini.

20160817_072933

Masjid di Kota Saumlaki. Sejauh pandangan di Kota Saumlaki, sekurangnya terdapat tiga masjid di kota ini.

20160817_070030

Suasana Kota Saumlaki. Dari kejauhan terlihat pelabuhan laut kota Saumlaki.

20160817_065359

Salam hangat dari Soekarno di Saumlaki.

20160817_070727

Perahu-perahu ini pertanda bahwa kegiatan perikanan menggeliat di Tanimbar.

20160921_164319

Di sekitar Pelabuhan Saumalaki, kita bisa mencicipi coto Makassar. Enak!

20160815_183410

Pelabulah Saumlaki.

20161130_193031-copy

Ikan-ikan dari perairan Tanimbar sangat melimpah, dan warga bisa memasaknya dengan baik.

dsc_0058-copy

Pasar Omele, salah satu pusat ekonomi warga Tanimbar Selatan.

20160921_124425

Jalan menuju Desa Latdalam, sebelum diaspal.

20161129_123751-copy

Suasana pesisir Lermatang Lama.

20161128_072401-copy

Panorama seperti ini akan menyambut anda saat terbang ke Saumlaki.

dsc_0164-copy

Pantai Olilit merupakan salah satu destinasi wisata bahari top di Saumlaki, Rugi jika tak ke sini. Sunset-nya menawan.

dsc_0141-copy

Suasana pantai Olilit.

dsc_0043-copy
Kota Saumlaki dilihat dari Pantai Omele

Melihat Kota Saumlaki dari kawasan Omele.

dsc_0297-copy

Kota Saumlaki dilihat dari pasar kota. Indah ya?

img_6701-copy

Bersama warga Desa Lermatang yang ramah. Siap bersama, membangun desa.

img_6789-copy

Bersama warga Desa Latdalam, menjajaki peluang menjadi bagian dari program PT. Inpex Corporation dan DFW Indonesia.

dsc_0020-copy

Menunggu kabar baik di Latdalam.

20160920_071736-copy

Terima kasih Tanimbar, terima kasih Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Barat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.