Pemandangan dari Kaledupa – Mantigola

Dalam tahun 2014, saya bersama beberapa teman melakukan perjalanan ke Wakatobi. Wakatobi adalah akronim dari empat nama pulau besar yang masuk dalam gugusan Kepulauan Tukang Besi nun lampau. Mereka adalah Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Selain keempatnya, masih ada beberapa pulau kecil seperti Kapota hingga Runduma di selatan.

Kaledupa adalah pulau kedua setelah Wangi-wangi terlihat dari arah utara. Nah, di pulau ini, saya merasakan suasana tenang, damai dan inspiratif. Setidaknya dilihat dari interaksi warga pada sumber daya alam daratan dan lautan serta keramahan pada beberapa kampung pesisir.

Di daratan, kami bisa melihat para pekebun yang giat menanam jagung, sayur mayur hingga umbi-umbian. Singkat kata, di Kaledupa kita bisa melihat harmoni yang tercipta antara manusia dan alam.

Di lautan, terutama di perkampungan Bajo seperti Kampung Bajo Mantigola, kita melihat interaksi warga dengan pesisir dan laut. Jelang sore kita melihat nelayan menjaring ikan, mengarahkan ikan agar masuk ke jaring. Anak-anak menangkap kepiting di sela akar mangrove hingga warga yang hilir mudik dari perkampungan di atas air itu ke desa tetangga bernama Tampara. Selain Mantigola ada pula perkampungan Bajo bernama Sama Bahari di sisi timur Kaledupa.

Di Kaledupa, Mantigola, warga bertahan hidup dengan memanfaatkan hasil pertanian dari lahan-lahan di bahu pulau. Kaledupa agak unik sebab meski tidak terlalu luas namun terdapat mata air di bukit pulau, di Tampara. Mereka juga bergantung pada hasil alam pesisir dan laut.

Kita bisa melihat pemandangan di antara daratan Kaledupa dan Mantigola tentang transaksi ekonomi para penjual sayuran dan buah-buahan, pembeli dan penjual ikan dan hasil laut. Di antara Kaledupa dan Mantigola terdapat jembatan dan perahu yang sedia menjadi sarana prasarana.

Untuk sampai di Mantigola, dari Kaledupa, kami menumpang kendaraan roda empat, berputar dari sisi timur Kaledupa dan memutar ke barat. Butuh waktu sejam untuk sampai di Mantigola.

Lihatlah suasana yang kami temui saat menuju Pulau Kaledupa dari Wangi-wangi dengan menumpang perahu kayu, dari Kaledupa ke Mantigola, dari dermaga ke perkampungan. Foto berikut ini datang dari tepian Kaledupa dan sisi lain perkampungan Bajo Mantigola.

dsc_0044

Nelayan menghalau ikan agar masuk ke pusat jaring.

dsc_0066

Memeriksa jaring jelang senja.

dsc_0072

Menunggu malam tiba di Mantigola, Kaledupa.

dsc_0080

Siluet di barat Mantigola.

dsc_0493

Suasana perkampungan di tepian Pulau Kaledupa.

dsc_0716

Pagi di sisi timur Kaledupa.

dsc_0977

Jembatan di tepian Mantigola, menghubungkan perahu dan warga yang hilir mudik ke Tampara.

dsc_0772

Berjualan hasil perkebunan ke Mantigola.

dsc_0842

Menangkap kepiting bakau di Mantigola.

dsc_0951

Bermain senja di Mantigola.

dsc_0922

Suasana perkampungan Bajo Mantigola, Kaledupa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: