2012: Memilih Dadu atau Menuju Titian?

Dadu (sumber: bloggingmoneystream.com)

Dadu dilempar mata berputar. Ada yang berbinar ada pula yang memudar. Nasib diadu dengan dadu. Hidup juga kerap dibegitukan, jika enggan melewati pergumulan hidup dengan ikhtiar, beberapa dari kita kerap menjatuhkan pilihan pada dadu, pada undian, pada perjudian nasib.

Sebagaimana hidup dan transformasi ke arah perubahan yang lebih baik, jembatan atau titian keberhasilannya adalah variable waktu. Mengapa waktu? Sebab dengan waktu kita dapat membandingkan “apa” yang nampak saat kita berangkat dan apa yang “berubah” atau berbeda saat kita sampai di tujuan, ketika kembali (di kemudian hari).

***

Pada tanggal 31 Desember 2012, pada pekik dentuman petasan di puncak Tinggi Moncong, Malino saya merenung sejenak di bilik dingin. Di luar, orang-orang sedang berpesta kembang api. Saya mencari alur waktu hingga muncul pertanyaan, “Hei, tahun 2012 bersiap melintas, jika mau ikut dengannya, sila pilih pasrah pada dadu nasib atau kita memilih naik titian ke seberang dan tetap fokus di tujuan?”.

Analogi di atas mungkin kurang pas. Tapi itu yang mengemuka. Dadu dan titian merujuk kepada pentingnya aplikasi pengetahuan dan pengalaman untuk menjalin tujuan hidup. Walau titian besi bisa roboh, titian kayu apalagi. Saya tergoda menyebut kata “titian temali”. Pada beberapa kesempatan, pertama di Kamanre, Luwu dan kedua di Pidie Aceh, saat melewati jembatan temali itu. Menginjakkan kaki di atasnya, saat itu tidak tenang namun bahagia membuncah seketika satu kaki telah sampai di tujuan.

Di tahun 2012 ini, saya tidak ingin bilang bahwa saya memilih pijakan yang mendebarkan lalu berakhir mengesankan. Sebab sebagaimana hidup, kita memang harus selalu bergerak. Menyasar tujuan dan menyadari bahwa tidak ada yang mudah. Hidup adalah serupa titian temali yang bergoyang dan itu bisa saja mendebarkan. Bisa terjengkang atau melenggang ringan ke tujuan.

Lalu apa yang mesti diupayakan di tahun 2012?

Tahun ini merupakan tahun terakhir di salah satu proyek yang saya menyebutnya yang terbaik dari yang pernah saya lewati. Proyek sebelumnya tetap asik karena sarat pembelajaran. Sejak bekerja di Aceh pada kurun 2006-2008 pertengahan, saya mengalami transformasi yang saya kira luar biasa. Jika sebelumnya dikerangkeng oleh rutinitas yang kering, maka di tahun 2008, saya menyadari adanya gairah baru dalam transformasi personal saya ke satu entitas baru yang menghangatkan: belajar menulis!

Jika selama ini terkungkung pada luaran-luaran personal, seperti amanah materi dan kesenangan, punya istri, rumah, anak-anak,  di tahun 2008 itu saya menemukan banyak kawan, banyak rekan yang ikhlas berbagi ilmu, gagasan dan mediasi. Saya menemukannya di komunitas kepenulisan, blogging dan para pekerja sosial yang cerdas dan berdedikasi.  Dan, bekerja pada proyek yang memberikan kesempatan jalan-jalan tentu sepadan dengan nikmat belajar menulis itu.

Sejak itu, sebagai pekerja sosial saya menemukan oase ilmu yang tak habis-habis.  Saya dapat setelah gairah itu disentil pada kepekaan sekitar dan mengkomunikasikannya ke pihak lain melalui tulisan. Di social media, saya menemukan banyak kawan, ide, kehangatan perkawanan, ketulusan dan pembelajaran yang tak usai.

Rasanya setelah menulis buku sederhana di tahun 2009, saya harus “menebusnya” untuk menuliskan buku baru (lagi). Banyak remah catatan yang bisa disunting untuk dibukukan. Oleh karena itu, di tahun 2012 ini saya ingin menulis paling sedikit 3 buku. Insya Allah.

Jangan mengundi nasib, kita mesti meniti jembatan pengetahuan atau pengalaman yang telah ada, toh kita punya banyak sahabat yang rendah hati untuk menuntun kita belajar lebih gigih.

Sungguminasa, Januari 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.