Blogger Makassar Bahas Isu "Climate Change" Bersama Cipu

Bumi yang panas (sumber: http://www.whataretheywaitingfor.com/global-climate-change.html)

Jumat malam tanggal 23 Desember 2011 jadi istimewa bagi Komunitas Blogger Anging Mammiri di Café IGO, jalan Pelita Raya. Apa pasal? Tudang Sipulung yang digelar tiap bulan oleh salah satu komunitas terbesar di Makassar itu sukses menghadirkan Cipu alias Saefudin Suaeb sebagai narasumber, Cipu begitu ia dipanggil terkenal dengan www.okkots.com yang dia kelola. Dia akrab dengan blogger AM.

Nah, saat itu dia siap dengan tema yang rada berat namun penting: isu Climate Change!

Efek Rumah Kaca.

Banyak yang tidak percaya bahwa ternyata setelah China dan Amerika, Serikat, Indonesia adalah negara ketiga dengan produk biomass yang banyak terbakar, dalam hal ini karbon! Jika dua negara pertama terkenal karena idustrinya, maka Indonesia terkenal karena industri dan produksi pembakaran karbon dari hutan!

Istilah rumah kaca adalah satu wilayah di atas muka bumi yang membungkus dan menyimpan energy panas bumi.

“Tanpa gas rumah kaca, suhu bumi bisa minus 18 deraja. Gas rumah kaca ibarat selimut dan akan mengembalikannya ke bumi” kata Cipu, mahasiswa pada salah satu universitas di Melbourne asal Sidrap.

“Ada tiga komponen utama gas rumah kaca yaitu CO2, CH4, N2O. Semakin bertambah dan semakin tebal semakin panaslah bumi, Inimi yang disebut global warming. Senyawa itu akan tinggal selama bertahun-tahun” papar Cipu yang tampil santai dengan celana pendek.

Cipu menyitir data dari NASA Amerika yang menampilkan tren bertambahnya senyawa itu dari tahun ke tahun,dari abad kea bad demi menegaskan bahwa ada perubahan signifikan sejak era industrialisasi semakin menemukan titik nadirnya.

Rujuan NASA adalah dengan melakukan riset kadar methan yang dibor untuk melihat ada gelembung-gelembung udara dan disampel. Pilihan kedua untuk melihat tren itu adalah dengan mengamati penampang pohon. Di garis sebuah pohon, kalau garis tebal, bahwa pernah ada banjir besar, kalau tipis pernah ada kekeringan hebat.

Ada beberapa jenis pemanasan rumah kaca. Methan dari pembakaran bensin, bbm, kedua dari padi.karena menggunakan pupuk sintetis dan bisa tinggal selama 12,5 tahun di atmosfir.

“Kotoran sapi itu sumber methan” imbuh Cipu.

“Selain itu ada beberapa senyawa lain seperti CFC-12 dari AC yang akan bertahan selama 102 tahun di atmosfir dan akan lebih merusak. Ada juga HCFC-22, perfluoromethane” sambungnya.

Dampak Climate Change

Pertama: Sea level rise. Yaitu bertambahnya muka air laut. Cipu mengambil contoh negara Bangladesh, yang memasang tanggul pada beberapa wilayah pantai untuk mencegah air naik.

“Bangladesh itu sangat landai, kalau air naik satu meter, maka akan berdampak sampai 5 meter. Demikian halnya di negara Pasifik bernama Tuvalu, merupakan pulau karang dan kini mulai terancam oleh air yang semakin tinggi” kata Cipu.

Menurut Cipu, Tuvalu, negeri di Pasifik, lahan tertinggi hanya 4 meter di atas permukaan laut. Pernah terjadi di 2007 dan sepertiga dari budget u/ rekonstruksi. Siklus hidrologinya semakin parah. Kedua, Ocean acidification, kenaikan asam ph 01, .0,2 bertambah, tapi tidak berlaku untuk terumbu-terumbu karang dan perubahan suhu. Negara2 sepeti Maldives, disebut sebagai “the sinking titanic going to be”

Ketiga, Desertification, lahan tandus, jadi gurun, akan semakin luas. Keempat, Extreme weather, kenapa 1 derajat menjadi masalah? Ada pertanyaan penting mengenai efek rumah kaca ini. “Kenapa gas rumah kaca tidak keluar via ozone?”. Menurut Cipu, ozone berada di lapiran atmosfer atas. Lapisan rumah kaca memanaskan, saat lapisan ozon makin tipis malah akan menambah panas suhu bumi.

Apa yang bisa dilakukan? Kurangi konsumsi daging, atau kurangi penggunaan bahan bakar minyak yang berlebih, sebab dengan itu akan menambah kandungan senyawa berbahaya di udara. Atau, naik sepeda sebagai pengganti mesin!

Advertisements

2 comments

  1. efek rumah kaca itu seperti klo markir mobil di siang hari, d ruang terbuka. Sinar matahari bs menembus kaca mobil, tp panasnya tertahan di dalam. Makanya udara ddlm mobil bs 2 kali lipat panasnya drpd udara luar.

    sharing ji masbro :p

    Like

  2. mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dg bersepeda sangatlah bagus bukan cm untuk lingkungan tp kesehatan. satu masalahnya kr negara kita belum menghargai para pengguna sepeda. coba saja liat, apa ada kota di negara kita yg memberi ruang khusus untuk para pengendara sepeda! no, never!
    yg ada peningkatan penjualan mobil n motor tiap tahunnya, gila!
    so what should we do??

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.