MIWF 2011, Mengapa Galesong dan Barrang Lompo?

Tiga kontributor Rumata' (Foto: Kamaruddin Azis)

Tanggal 14-15 Juni 2011, delapan (8) penulis internasional asal Mesir, Belanda, dan Australia serta 4 penulis lokal Makassar peserta Makassar International Writers Festival (MIWF 2011) akan berkunjung ke Galesong dan Pulau Barrang Lompo.

MIWF merupakan festival kebudayaan yang terlaksana atas kerjasama Rumah Budaya Rumata’ yang kerjasama dengan beragam pihak termasuk Ikatan Sarjana Kelautan (ISLA) Unhas. Rumata’ dibesut oleh sutradara beken Riri Riza dan penulis kawakan asal Makassar, Lily Yulianti Farid.

Para penulis itu mengadakan kunjungan ke wilayah pesisir untuk melakukan kontak dengan warga, utamanya generasi muda melalui dialog dan pembacaan karya sastra. ISLA UNHAS mengusulkan kedua lokasi itu dengan pertimbangan sebagai berikut:

Galesong

Satu kawasan pesisir penting di selatan Kota Makassar. Dapat dijangkau melalui dua jalur, via Barombong dan Kota Sungguminasa,Gowa.  Galesong merupakan wilayah dengan catatan sejarah heroik yang mengagumkan jika dikaitkan dengan epos perlawanan Raja Gowa terhadap VOC.

Di Galesonglah muncul nama Karaeng Galesong yang meneruskan perlawanan pada Belanda meski pun Sultan Hasanuddin di Gowa telah takluk pada perjanjian Bungaya.  Inilah yang menjadi ciri perlawanan sosial yang menjadi kebanggaan warga Galesong hingga kini. Di Galesong ada “rumah keluarga kerajaan, Balla Lompo”, serta kuburan raja-raja.

Kawasan pesisir ini berubah dalam waktu cepat sejak jalur transportasi dari Makassar ke Takalar dibuka via Jembatan Barombong.  Di samping itu, banyak tokoh kerajaan Galesong yang menjadi bidan lahirnya pemerintahan Kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan.  Galesong adalah penopang ekonomi kabupaten Takalar dan merupakan wilayah pesisir yang sangat dinamis secara budaya, sosial, ekonomi dan ekologi dari waktu ke waktu.

Barrang Lompo

Satu pulau paling modern dibanding 11 pulau dalam wilayah administratif Kota Makassar. Dapat dijangkau dengan kapal kayu reguler dari Makassar dengan tarif Rp. 10ribu. Berangkat setiap hari dari Kayu Bangkoa, Makassar pada pukul 11.00 am.  Barrang Lompo adalah potret pulau yang sangat berubah dalam waktu cepat karena mempunyai hubungan sosial-ekonomi yang kuat dengan daratan Kota Makassar.

Nelayan Barrang Lompo dikenal dengan pola eksploitasi yang sangat massif dengan alat tangkap modern. Mereka menyisir perairan timur Indonesia bahkan sampai ke Perairan Australia. Dari kegiatan ekonomi berbasis Kelautan ini, di Barrang Lompo banyak janda karena suaminya jadi korban bom ikan, atau meninggal karena penyelaman teripang. Di Barrang Lompo ada “Lorong Janda”.

Di pulau ini pula terdapat Marine Station yang dikelola oleh Universitas Hasanuddin dalam meningkatkan kapasitas pendidikan Kelautan.

Advertisements

2 comments

  1. kecewa ga sempat ikut acaranya Makassar International Writers Festival (MIWF 2011). saya terlambat mendapftar Pak, mohon kiranya kalau ada acara yg serupa maupun acara lain yg berhungan dengan Galesong saya bisa diundang (hehehe..).

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.