Reuni Mini di Phoenam

Andi Nurjaya bersama istri

Mendung menggantung di atas Jakarta pada petang tanggal 26/04/2011. Lalu gerimis dan macet merambat perlahan di kota itu. Saat itu, dengan Andi Nurjaya Kla’90, salah seorang pengurus Ikatan Sarjana Kelautan (ISLA) Univeristas Hasanuddin periode 2010-2013 yang bermukim di Jakarta, kami hendak bertemu di kedai Phoenam, Jalan Wahid Hasyim (26/04/2011).

Ini pertemuan pertama pasca Mubes alumni di Oktober 2010. Sebelumnya, saya mengontak Irman Idrus Kla’91 namun berhalangan hadir karena sedang berada di Cepu. Andi Nurjaya datang bersama istri. Rencana bersua di sana bergeser ke Kedai Pelangi, hanya beberapa meter dari Phoenam. Seraya menikmati Mie Titi dan nasi goreng merah khas Pelangi, kami mengobrol tentang pekerjaan.

Andi Nurjaya bekerja untuk program COREMAP fase II, dia advisor untuk komponen Community Based Management (CBM), komponen kunci dalam pengelolaan terumbu karang. Bulan Desember tahun ini adalah masa akhir penugasannya.

Bagi ISLA, pengalamannya di program pemberdayaan masyarakat di Sulawesi maupun Indonesia bagian barat menjadi modal kuat untuk mewarnai kiprah alumni terkait pemihakan, misi dan referensi dalam pengelolaan sumberdaya Kelautan nasional. “Di Jakarta, saat ini banyak alumni eksis di beberapa program strategis Kelautan. Salah satunya Kun Praseno Kla’90 yang kini kerja di IMACS, program terkait perubahan iklim” Kata Jaya yang kini tinggal di daerah Pancoran, Jakarta Selatan bersama istri dan dua orang anaknya.

Bersama Jaya, tujuh tahun kami berkerja di Taman Nasional Taka Bonerate, Selayar antara 1995 sampai 2003. Beragam program yang didukung WWF, JICA, AusAid hingga multidonors seperti COREMAP fase I. Pada pertemuan di Pelangi itu kami ungkap kegiatan strategis, sebagai upaya menjadikan ISLA sebagai muara alumni. Kiprah Jaya di Jakarta diharapkan menjadi simpul kolaborasi dengan Koordinator ISLA wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Awaluddin, Kla’89.

Pukul 20.00, kami pindah ke Phoenam. Di sana, hadir Rahmat Takdir Kla-93, Andi Zulkarnaen “Cambang” Kla-93. Ratak begitu kami memanggilnya kini semakin mantap di bisnis “media development”. Sementara Cambang kini bekerja di CSR INCO. Mendengar kisah Cambang dan Ratak, gelak tawa seakan tak pernah henti. Agus Ajar, Kla’91, salah satu sosok kunci juga datang melengkapi obrolan kami di Phoenam. Walau hanya beberapa yang hadir, kami bertemu seperti satu keluarga besar ISLA di Jakarta.

Suasana semakin hangat saat Mirwan Vauly datang bergabung. Ragam topik mengalir, mulai dari bisnis rumput laut hingga manuver para aktivis alumni Unhas di kancah politik nasional. Pertemuan kami semacam reuni mini di Phoenam.

***

Esoknya, tanggal 27 April, saya bertemu M Zulficar Mochtar, alumni Kla’90 yang saat ini menjadi dinamisator Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia dan telah wara-wiri di beberapa proyek Kelautan nasional dan internasional. Dengannya saya memperoleh impresi bahwa sudah saatnya alumni Kelautan Unhas untuk mengambil peran dan mewarnai kebijakan Kelautan nasional.

Tanggal 28 April, saya juga bertemu Awaluddin Kla’89, kordinator ISLA wilayah DKI. Secara eksplisit Cindenk, begitu dia biasa dipanggil menyebutkan bahwa sudah saatnya ISLA mengambil inisiatif untuk menjadi simpul bagi sekian banyak alumni yang berkiprah di Jakarta untuk berkarya semisal memperbanyak dialog antar alumni. Kegiatan yang realistis dan bergerak secara simultan.

One thought on “Reuni Mini di Phoenam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: