Bersua Haji Muhlis di Paotere

Siang tanggal 24 Maret 2011, terik mendera Pelabuhan Paotere. Puluhan Pinisi diam terpaut di pelabuhan tua, di utara Makassar. Para anak buah kapal lelap dalam lelahnya. Hanya perahu kecil yang satu-dua meliuk di dermaga yang sesak itu. Perahu yang berpencar kembali ke pulau-pulau dari beranda Makassar, Pangkep hingga Barru. Siang itu saya sungguh rindu untukContinue reading “Bersua Haji Muhlis di Paotere”