Di Pantai Tulang, Penyu Rajin Bertelur

Penyu Sisik (sumber: wikipedia)

Telah banyak inisiatif untuk membatasi aktivitas penangkapan penyu laut dengan membangun pusat penangkaran serta penegakan regulasi undang-undang konservasi. Tapi di Selayar, ancaman penangkapan penyu dan pengambilan telur mereka marak dilakukan, setidaknya itu yang diakui warga pada beberapa tahun terakhir.

Informasi tersebut saya peroleh dari beberapa warga Kampung Tulang, Desa Barugaiyya, Selayar saat saya mampir dalam perjalanan menuju Kota Benteng, Selayar pada 19 Pebruari 2011. Desa berjarak sekitar 20 kilometer ke utara kota Benteng dan merupakan salah satu lokasi pelaksanaan program COREMAP Phase II, suatu upaya nasional dalam pelestarian ekosistem terumbu karang.

“Warga disini menyebut pakisi’ untuk penyu sisik, abbatti-battiki atau bersisik bintik,” Kata Datu, kepala dusun setempat. Menurutnya ada empat jenis penyu yang dia amati sejak masih sering berburu telur penyu pada rentang tahun 1997-1997. Telur yang diperoleh selama masa berburu dijual ke kota Benteng. Kerap pula dijual ke penjual ikan di pasar. Bahkan ada beberapa tokoh
masyarakat di Benteng yang membelinya.

“Selain penyu sisik saya juga melihat yang berbadan lonjong hitam,” Katanya. Dia perkirakan jumlah penyu yang naik bertelur di beranda gosong pasir Kampung Tanjung puluhan ekor. “Bahkan ratusan pak,” Katanya lagi.

“Saya pernah dapat telur sebanyak 90 biji,” Kata warga lain bernama Patta Juma. “Kalau saya pernah dapat 125 biji,” Sambung Patta Aring. “Kalau saya sudah banyak sekali. Jumlah penyu bisa mencapai puluhan ekor, saya sangat sering melihat mereka bergegas menggali pasir untuk meletakkan telur mereka di gusung pasir kampung” Kata Datu.

“Bulan munculnya penyu adalah antara bulan Mei-Juli. Paling banyak bulan Juli,” Katanya lagi. “Mereka naik hampir tiap malam, baik malam purnama mau pun gelap”, sambungnya. “Biasanya, pada bulan Juli warga sudah banyak yang menunggu dan berkerumun di sekitar pantai,” terangnya lagi.

Dusun Tulang, Desa Barugaiya adalah desa pesisir. Di sana, terdapat pantai sejauh 2 kilometer dan terdapat pula satu area sepanjang lima puluh meter gusung pasir membentang ke arah barat. “Di situlah penyu naik” Kata Datu.

Saat saya tanyakan selain mereka, siapa lagi yang pernah berburu telur penyu mereka menyebut nama-nama warga setempat seperti Daeng Ngali dan pak Agussalim. Namun mereka mengakui ancaman terbesar penyu itu adalah pemburu dari sekitar perairan Bali dan pulau-pulau dari wilayah Madura.

“Saat ini sudah ada yang menjaga kawasan itu walau sifatnya masih sukarela yaitu Daeng Ngaling, dia salah satu yang memantau kegiatan illegal fishing,” Kata Datu. “Dia pernah memotong tali jangkar pencari penyu yang ditengarai datang dari Pulau Sapuka dan Sanani,”

“Kami sudah banyak bukti bahwa masih banyak pemburu penyu dari wilayah lain. Mereka buang jangkar di depan kampung,” Biasanya mereka berdalih hanya menangkap ikan pari. Tapi kami curiga mereka memang mencari penyu, karena besarnya palka kapal mereka,” sambungnya.

Masih maraknya perburuan telur penyu ini m
emancing minat para pencinta konservasi di Selayar untuk mulai memikirkan usaha perlindungan kawasan itu. Mereka bahkan telah mengajak warga untuk mulai memikirkan adanya penangkaran dan proteksi wilayah bertelur itu.

Menurut Zul Regal Janwar, staf pada Dinas Kelautan dan Perikanan Selayar, bersama-sama dengan beberapa aktivis konservasi mereka pernah melepas tukik yang mereka peroleh dari penetasan telur penyu yang mereka beli di pasar.

“Salah satu upaya awal kami adalah melepas tukik (anak penyu) di wilayah Baloiyya demi menjamin keseimbangan ekologi dan kelestarian penyu ini,” Kata Regal.

“Kami membeli telur penyu dari pasar dan menetaskannya. Tukik itulah yang kami lepas sebagai bukti dukungan kami pada upaya konservasi penyu yang dilindungi undang-undang ini,” katanya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.