Pesan BP di Puntondo

Budi Putra dan Istri (foto: Kamaruddin Azis)

Sabtu 11 Desember 2010. Kawasan pesisir yang dikelola oleh Yayasan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo menggeliat, ramai. Puluhan anggota Komunitas Blogger Anging Mammiri dan tamu hadir dalam rangka perayaan hari ulang tahun Komunitas Anging Mammiri yang ke-4. Para blogger yang telah menyisir pesisir Takalar ini akan bertahan hingga Minggu, 12 Desember 2010.

Puntondo, adalah salah satu kawasan pesisir adem di Teluk Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Bagi saya, ini kunjungan kedua. Sebelumnya, saya telah menghabiskan waktu seminggu dalam bulan Mei 2010 dan menuliskan sisi eksotis dan ekologis kawasan yang mulai dikelola pada tahun 1997 itu, baik di blog maupun di harian Kompas (hingga tujuh edisi).

Lalu, pada kedatangan kedua ini, selain karena ketertarikan pada kawasan Puntondo, juga karena magnet kegiatan yang ditawarkan Komunitas Anging Mammiri. Hadirnya Budi Putra, beberapa kawan menyebutnya BP adalah juga editor Yahoo Indonesia yang hendak berbagi kisah dengan peserta di kegiatan yang oleh panitia disebut,”Mengenal Sulsel Bersama Onliner” menjadi alasan kedua.

Selama dua hari kunjungan itu saya menikmati rangkaian kegiatan yang disiapkan panitia. Sesi yang menarik adalah adanya obervasi dan dialog dengan warga pesisir terkait wajah kehidupan dan keseharian merek. Beberapa peserta dapat juga menikmati suasana pesisir dengan berkunjung ke hutan bakau (mangroves), belajar dan praktek tentang teknologi tepat guna seperti pengolahan kompos, pembuatan arang bricket dan pembuatan kertas daur ulang.

Format kegiatan yang sangat berbeda yang ditawarkan Komunitas Anging Mammiri ini bagi saya sangat inspiratif karena merupakan bukti nyata kepedulian blogger pada pentingnya menjaga keserasian lingkungan.Suatu upaya yang layak diapresiasi dan disebarluaskan bagi publik.

O ya, saat kami menghabiskan waktu di kawasan konservasi Puntondo dan belajar mengenai lingkungan ini, ratusan orang dari berbagai negara di Kota Cancun, Meksiko sedang membahas pentingnya menjaga bumi dari krisis pemanasan global.

Pesan BP

Budi Putra adalah blogger pengalaman. Kehadirannya di Puntondo adalah berkah bagi Komunitas Anging Mamiri utamanya yang tertarik meraup pengalamannya sebagai blogger papan atas di Indonesia. Tema yang disodorkan ke Budi Putra adalah “Memanfaatkan Social Media dan Social Networking untuk Promosi Budaya dan Pariwisata Sulawesi Selatan”.

Lelaki yang saya kira sebelumnya berambut tipis dan hemat bicara ini ternyata sangat sederhana dan ramah. Dia bahkan memboyong istrinya Elvi Susanti untuk bertandang ke Puntondo, satu bukti bahwa mereka suka perjalanan (traveling).

Saat pertama menyapa dan menyalaminya di kawasan Limbung, Gowa (saat itu dia mampir) untuk mencicipi kue putu cangkiri, kue khas Makassar yang banyak dijajakan di sepanjang jalan dari Sungguminasa, Gowa ke Takalar dia tampil dengan rambut ikal panjang. Tidak terlalu gondrong tetapi sangat berbeda dari tampilannya yang saya lihat di dunia maya.

Obrolan kami berlanjut hingga cottage. Saya, Syaifullah (Ketua Komunitas Anging Mammiri) dan Budi Putra rupanya ditempatkan pada penginapan yang sama. Kami sekamar dengan Budi Putra. Disinari lampu remang saya coba bertanya beberapa hal kepadanya. Ya, tentang internet dan kecenderungan social media saat ini. Jarum jam saya menunjukkan waktu pukul 21.00 wita saat kami duduk di depan cottage.

Budi menyebut bahwa blog itu ibarat pohon, social media seperti facebook, twitter itu ibarat dahan-daun atau outletnya. Oleh karena itu pohon mesti dijaga, dirawat dan diasupi. Saat banyak orang berdalih malas ngeblog karena telah ada twitter sebenarnya tidak relevan karenan ngeblog terkait dengan bagaimana mengatur waktu.

“Blogger yang baik mestinya dapat mengatur momentumnya untuk bisa menulis di blog dan ngetwit,” ungkapnya. “Bagaimana pun social media itu sangat penting dan kita bisa menceritakan apa yang kita tulis di blog kepada jejaring kita”, katanya. “Persoalannya kemudian, apa yang menarik untuk kita tulis dan itu membuat orang tertarik membacanya hingga tuntas?,” Lanjutnya.

Budi lalu mengambil contoh bahwa Bill Gates makan siang mungkin biasa tetapi menuliskan dengan siapa dia makan siang tentu akan berbeda dan menjadi berita. Menurut Budi, menuliskan tema kota, kegiatan komunitas, cerita budaya mestinya menjadi ketertarikan blogger untuk dapat menuliskannya dan tentu saja akan bermanfaat bagi setiap orang jika memberikan hal baru atau perspektif baru. Jangan hanya narsis saja,” Kata Budi.

“Jika ada situs budaya yang hancur, para blogger mestinya bersatu untuk mengangkatnya. Spektrum berita yang menyentuh level nasional tentu akan semakin strategis. Banyak hal memang selama ini yang menarik di level lokal namun belum jadi pemberitaan. Itu karena kita tidak konsisten dan terus menerus menyuarakannya,” Terangnya.

Budi juga memberi tips. Jika menulis tentang Benteng Somba Opu yang saat ini bermasalah di twitter atau facebook sebagai misal, maka jangan lupa tempatkan link dan hashtag tentang itu. Itu akan bernilai, worthed!. Sekali lagi, jangan lupakan link karena itu memungkinkan banyak orang yang tahu,” pesannya.

“Bayangkan jika organisasi PBB semacam UNESCO tahu tentang situs budaya yang dirusak itu dan mereka mengambil tindakan secara langsung karena itu merupakan milik dunia. Mereka mesti get noticed,” Kata lelaki yang pernah lima tahun bekerja untuk majalah Tempo sebelum memilih menjadi blogger fulltime.

Di situlah para blogger atau onliner mesti mengaktualisaskan diri dan terampil membangun jaringan dan kerjasama dengan berbagai pihak. Bagi Budi, jika blogger hendak menggiring opini atau dukungan dunia internasional maka kemampuan berbahasa Inggris para blogger harus ditingkatkan

Think about strategy, pikirkan strategi,” Pesannya mengunci perbincangan sebelum kami menuju restoran dalam area yang dikelola Yayasan PPLH Puntondo.

Sungguminasa, 19 Desember 2010

Advertisements

5 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.