Chico, Pembangunan Tanpa Penghancuran adalah Mungkin!

Chico dan Keluarga (dari http://www.chicomendes.com)
“Seperti saya, para tokoh penyadap karet telah bekerja menyelamatkan hutan hujan Amazon, dan membuktikan, kemajuan tanpa penghancuran adalah mungkin”. (Chico Mendes)

Lelaki tinggi dengan kumis tebal itu membuka pintu belakang rumahnya di Xapuri, Acre Brazil. Dia hendak mandi. Tiba-tiba satu tembakan merobek dadanya. Dia tersungkur. Dia pelakon utama dalam film bertema konservasi lingkungan dan perlawanan kelas. Judulnya “The Burning Season – The Chico Mendes Story” yang dibintangi oleh aktor Raul Julia, saya menonton film berdurasi 123 menit ini kemarin sore. Ya, namanya Chico Mendes, dia tidak asing bagi para aktivis lingkungan hidup dan pecinta alam di seluruh dunia. Lelaki ini lahir di Ekuador pada 15 Desember 1944 dari keluarga penyadap getah karet di radius wilayah Amazon, Amerika Selatan.

Di awal film diceritakan bagaimana ulah para pembeli karet yang mempermainkan harga dan melemahkan posisi para penyadap. Dalam hati, Chico merekamnya. Jiwa Chico ditempa oleh penderitaan dan kesewenang-wenangan para tengkulak dan lintah darat yang dimanfaatkan pemerintah dengan mempermainkan harga karet. Dia ingin melawan.

***

Tekanan ekologi pada wilayah Amazon, Amerika Latin di mata Chico telah sedemikian kencang. Di pikiran para pemilik modal, eksploitasi hutan dengan mengambil kayu, membuka jalan untuk peternakan yang lebih luas akan memberi mereka kesenangan dan kesejahteraan. Tapi dimata Chico Mendez, tidak!

Kepentingan pemilik modal untuk mendapatkan laba yang sebesar- besarnya dengan membuat peternakan sapi dan pertambangan semakin menambah beban penderitaan warga di sekitar hutan hujan amazon. Mereka membuka hutan dengan membakar dan menggundulinya. Padahal bagi Chico, hutan adalah lahan sosial dan masa depan warga setempat.

Chico tanpa mengenal lelah mengajak masyarakat untuk melawan ketidakadilan. Siksa dan tekanan penguasa tak membuatnya jera. Sahabatnya yang aktif di organisasi mereka pun dibunuh. Chico tidak patah arang. Dia sadar bahwa mengorganisasikan diri dan masyarakat sekitar merupakan stratgei untuk mengatasi persoalan mereka. Yang menarik bahwa Chico menghindari konflik, dia tidak melawan dengan senjata, tetapi penyadaran sosial. Beberapa kali dia dihadang tentara dan jongos para tengkulak tetapi mereka hanya merapatkan barisan. Gergaji chainsaw tak membuat mereka takut.

Chico mengajak warga untuk menjaga hutan dan mengelolanya secara berkelanjutan dan bijakasana. Pemanfaatan yang hanya mengukur pendapatan dan nilai ekonomi hanya akan merugikan mereka sendiri, kelak.

Organisasi Chico pun ditekan militer bahkan. Chico di ancam dan di penjara hingga berujung pada penembakan yang dirancang oleh salah seorang pengusaha peternakan yang didukung politisi. Kontras, kematian Chico justeru menangguk simpati dan tekanan bagi penentangnya. Pemerintah Brazil justeru memberi konsesi kepada warga untuk mengelola kawasan Amazon. Usaha dan segala rencana pemanfaatan oleh investor keluar dari kawasan itu. Walau raganya ditelan bumi, spirit layak diapresiasi banyak pihak yang peduli pada nasib bumi dan masa depan.

Chico sukses sebagai pejuang lingkungan walau nyawa taruhannya.

***

Muara perjuangan yang tergambar di film Chico Mendes jelas memberi sinyal bahwa pemanfaatan sumberdaya alam yang berlebihan demi mengejar kepentingan ekonomi semata hanya akan menyengsarakan. Eksploitasi hutan tanpa konservasi dan upaya menjaga keseimbangannya berujung pada tamatnya riwayat kehidupan hutan, warga dan masa depan anak-cucu mereka.

Film Chico Mendes ini memberi banyak pelajaran dan bukti bahwa ada keserakahan penguasa, pengusaha, dan juga militer pada sumberdaya alam. Oleh sebab itu mereka harus dikontrol.

Bukan hanya di hutan, di laut pun demikian. Pemanfaatan sumberdaya hayati laut yang berlebih dengan menggunakan bahan peledak, racun ikan dan yang alat tangkap yang merusak tentu setali tiga uang dengan cerita Chico Mendes itu, sebab merusak lingkungan ibarat menabung derita untuk anak cucu kita.

Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada pada investor yang selalu mengiming-imingi bonus, uang dan kekayaan jika mereka tidak punya konsep yang jelas tentang keseimbangan ekologi, tentang pemanfaatan yang bijaksana dan apresiasi pada warga yang telah lahir dan besar secara turun temurun di wilayah pemanfaatan. Di hutan, di darat maupun di laut.

Pembangunan tanpa penghancuran, adalah mungkin!

Makassar, 22102010

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.