ANES, Selamat Datang Mimpi Buruk!

A Nightmare at Elm Street (Wikipedia)
Pernah nonton film horor berjudul A Nightmare at Elm Street (ANES) di rentang waktu 1984? Jika belum, maka kita sama. Mungkin karena kita tinggal di kampung atau masih kanak-kanak atau bahkan belum lahir. Saya baru tahu jika film ini telah beberapa kali dibuat saat seorang teman di facebook menyebutkannya. Film remake yang dibuat di wilayah Illinois, Amerika ini mulai diputar resmi pada bulan Mei 2010.

***
Film A Nightmare at Elm Street versi remake adalah satu-satunya film barat yang mejeng di wall Cinema21, Mari Mall Makassar pada malam Rabu tanggal 19 Oktober 2010. Tiga film lainnya yang tayang adalah film racikan sineas Indonesia tapi membaca judulnya yang norak ternyata tidak membuat kami tertarik.

Film ANES adalah rilis ulang sosok Freddy Krueger, pembunuh berantai yang di tangannya terdapat cakar besi dan membunuh korban dalam mimpinya. Korban akan mati di kenyataannya. ANES mengisahkan 5 remaja yang terdiri dari Nancy Thompson yang diperankan Rooney Mara, Kris Fowles (Katie Cassidy) , Quentin Smith (Kyle Gallner) , Jesse Braun (Thomas Dekker) dan Dean (Kellan Lutz) yang tinggal di Elm Street.

Kenal dengan para pelakon korban? Rasanya, mereka adalah pemain film anyar. Tak satu pun yang pernah saya tonton filmnya. Setiap malam menjelang tidur, semua remaja ini selalu bermimpi didatangi sosok yang sama, pria bertopi dan berwajah rusak yang memakai sweater lusuh bergaris merah dan hijau. Ditangannya terdapat sarung tangan tukang kebun dengan pisau sayat yang tajam.

Sosok itu adalah Freddy Krueger yang diperankan oleh Jackie Earle Haley. Dialah yang menghantui remaja Elm Street melalui mimpi buruknya.

Tapi ketika salah satu dari mereka meninggal karena dibunuh, mereka menyadari bahwa apa yang terjadi dalam mimpi mereka selama ini benar adanya, dan satu-satunya cara untuk tetap hidup adalah tetap terjaga. ANES versi baru, tidak berbeda jauh dengan versi film pertamanya tahun 1984. Dikisahkan dalam kehidupan normal, Freddy Kruger (Jackie Earle Haley) adalah pembunuh anak kecil. Orang tua di sekitar Elm Street marah dan membakar Freddy Krueger di sebuah rumah. Arwah Freddy Krueger gentayangan menuntut balas.

***
Film ini dibuka adegan di salah satu sudut café Springwood Diner. Saat itu Kris Fowles (Katie Cassidy) menemukan kekasihnya Dean Russell (Kellan Lutz) tertidur di meja. Dean sedang bermimpi dan bertemu dengan seorang bertopeng, mengenakan sweater merah hijau.

Lelaki terbakar ini menggorok leher Dean dalam mimpinya. Di menit pertama, suasana langsung mencekam, penonton mulai merasakan sihir film ini. Di kenyataan, tersaji Dean juga menggorok lehernya di depan seorang pelayan bernama Nancy Holbrook (Rooney Mara) dan Kris.

Di saat pemakaman Dean, Kris melihat masa kecilnya tetapi dia merasa tidak mengenal Dean semasa kecil kecuali saat remaja. Kris mulai bermimpi tentang lelaki terbakar ini. Dia jadi takut untuk tidur karena bayang kematian mengancamnya. Jesse Braun (Thomas Dekker), mantan kekasih Kris datang menemui Kris yang sedang sedih. Dia masuk lewat jendela rumah saat Kris sedang ditinggal pergi ibunya.

Kris, sebagaimana diduga juga tewas dalam mimpi. Jesse dengan baju bersimbah darah berlarian ke rumah Nancy. Dia menjelaskan apa sesungguhnya yang terjadi. Jesse menceritakan bahwa Kris berimimpi tentang Freddy. Nancy mulai sadar cerita itu. Jesse yang didakwa membunuh Kris karena bajunya bersimbah darah akhirnya dibantai pula oleh Freddy.

Nancy mulai mencari tahu ihwal kematian berantai yang menimpa teman-temannya. Nancy bersama temannya Quentin Smith (Kyle Gallner) menemukan bahwa korban dan mereka sendiri pernah bersekolah di satu sekolah pra-TK di Badham Pre-School. Simpul cerita bermula dari kisah Gwen yang diperankan oleh Connie Britton, ibu Nancy yang menyebut bahwa saat itu ada Fred Krueger, yang menyakiti Nancy anak-anak lainnya saat itu. Gwen menceritakan bahwa Nancy adalah murid favorit Fred.

Menit ke menit di film ini para aktor dihantui sosok Krueger. Hantu yang menjadi korban keberingasan para orang tua yang tak rela saat anak balitanya disiksa sebagaimana fakta yang mereka lihat pada anak-anak itu.,Ada goresan di punggung. Setelah dikejar dengan mobil dan Krueger terdesak ke dalam bangunan tua para orang tua ini kemudian membakar rumah itu.

Krueger dikabarkan mati di dalamnya, hangus terbakar. Krueger mati oleh amarah para orang tua murid.

***
Legenda Freddy Krueger yang diperankan Jackie Earle Haley dihidupkan kembali oleh sutradara Samuel Bayer. Dia pembunuh anak-anak muda tersebut. Hampir tak ada yang bisa lepas dari kekejaman Freddy karena ia mampu membunuh siapa pun hanya melalui mimpi.

Semula orang-orang mengira bahwa kekejaman Freddy sudah berakhir setelah dibakar hidup-hidup. Namun ketika beberapa remaja mulai dihantui mimpi buruk tentang pria bertopi dengan cakar yang terbuat dari pisau itu, barulah mereka sadar bahwa ancaman Freddy belum tamat.

Saya suka melihat wajah Nancy alias Rooney yang licin plus rambut lurus, dia terlihat eksotik dan layak dapat apresiasi.

Menurut berita, ANES telah difilmkan sebanyak 9 kali. Alur ceritanya sebenarnya bisa diprediksi namun situasi ancaman, plot yang melompat, kini, mimpi, setting masa lalu, dan musik pengirim yang menghentak rasanya memberi nilai lebih.

Film ini terlihat menarik dari sisi visual. Menikmati sosok Kris yang tidak terlalu semampai tetapi langsing memberi makna khusus. Walau sosoknya di film tidak terlalu lama namun itu menyimpan harapan, bahwa dia bisa jadi artis papan atas. Kelak.

Dari sisi akting, pemain baru dalam film ini tidak terlalu istimewa. Tapi wajah mereka yang khas nampaknya akan menarik banyak apresiasi dari para pencari bakat. Menonton film ini, tidak ada yang terlalu istimewa kecuali semata-mata hiburan dan pesan singkatnya, jangan pernah menghakimi seseorang secara berlebihan. Melaporkan ke pihak berwajib rasanya lebih manusiawi.

Krueger adalah contoh pelaku yang mestinya jebloskan ke penjara saja daripada membakarnya hidup-hidup. Kruegerlah yang menyambut masa remaja anak-anak itu dengan mimpi buruk karena ulah orang tua mereka.

Film ini tidak menawarkan hal baru. Selain alur cerita yang mudah diduga (mungkin karena telah ada film sebelumnya),di film ini nyaris tidak ada teka-teki yang buat kita mengernyitkan dahi. Semua berjalan linier. Sejak kematian Dean hingga rontoknya Krueger sendiri kesan yang muncul adalah Dean pergi sebagai tumbal awal cerita, sementara Krueger ditebas lehernya oleh Nancy dengan sejumput emosi yang menyulut simpati dari penonton. Aroma pembalasan tetap ada di situ.

Bagaimana pun itu, ada pesan bernuansa jangka panjang di ending cerita, segera setelah Nancy dan Quentin lolos dari rumah rahasia Krueger, Nancy masih melihat jejak misteri itu. Malam itu, film ini tamat tapi sepertinya tidak untuk para sutradara film horror. Aroma bakal diremake masih tercium.

Ada satu yang mengganggu suasana saat menonton film itu. Beberapa penonton gadis tepat di belakang saya terlalu ribut, cerewet dan terlihat seperti orang-orang yang baru masuk sinema. Buat kesal.

Advertisements

4 comments

  1. Wah om Denun walaupun tuh film 1984 tapi masih sering seliweran di tipi malam2.. biasanya bareng Halloween dst. brarti om denun klo begadang jarang nonton ya atau nonton bola hehe..

    Freddy vs Jason yang terakhir tuh.. Freddy lopo nya putus dan seperti biasa,, endingnya nggantung biar bisa diterusin.

    Film seri nya juga dulu pas saya SD ada di TVRI jam 8 malam kalau ga salah. Lupa TVRI or RCTI. Hampir berbarengan dengan jamannya film seri “Friday the 13th” yang malam-malam juga tuh.. saya waktu SD selalu sedia bantal guling kalau nonton.. padahal, kalau dipikir2.. skrang, ternyata ga seram2 amat deh ,.,

    Like

  2. betul kata Oom Unggul. versi Nightmare sering koq muncul di tipi..
    tapi saya pribadi ndak terlalu suka sama film2 horror Hollywood. kurang menggigit kalo saya bilang.
    klo produk Hollywood sy lebih suka nontong yg tipe2 slasher (penuh darah dan bunuh2an macam SAW) atau yang tokoh utamanya psikopat (ya macam SAW itu..)

    kalo horror yang mengandalkan hantu dsb-nya saya kasih jempol untuk film Asia (Korea, Jepang dan Thailand) beeughhhh…itu asli bikin merinding bow…karena mereka serius bikinnya dan lagian nuansa hororrnya dapat karena toh budaya mereka miriplah sama kita. kalo horror dalam negeri…suka juga, tapi lebih karena pengen mencela dan ketawa2…soalnya horror dalam negeri memang lebih cocok untuk dicela dan ditertawakan..

    Like

  3. Ada yg salah dengan pelem horor dalam negeri…orang nonton jadi takut..ini malah jadi horny…jadi org yg betul2 mau memanjakan rasa takutnya, berubah misi. sapamitu yg salah.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.