Ihwal Cuaca Yang Semakin Ekstrim

Makassar 6 Oktober 2010. Tak ada tanda hujan akan deras. Seusai shalat Ashar di Jalan Kakatua suasana berubah, hujan mengguyur kota disertai guntur dan petir dengan hebat. Suara guntur dan petir terbesar yang pernah saya dengar selama hampir empat puluh tahun terakhir. Makassar seperti dihantam tornado terbesar abad ini.

Cuaca telah berubah ekstrim. Beberapa bulan terakhir, kita tidak lagi merasakan suasana musim timur (kemarau) seperti tahun-tahun sebelumnya. Nyaris semua bulan diguyur hujan. Petir kemarin dan hujan yang mengguyur kota terasa sangat menakutkan. Cuaca berubah dalam waktu sekejap dapat mengancam keselamatan pelayaran maupun realitas warga.

***

Sujarwo, Kasubid Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah IV Makassar melalui rilis media menyatakan bahwa kondisi terakhir cuaca yang dinilai memasuki tahap rawan ini telah disampaikan ke pihak terkait termasuk ke pihak syahbandar sejak 8 Januari lalu. Ini berarti bahwa gejala ini telah dicermati sejak awal tahun.

Gambaran cuaca yang semakin ekstrim, berubah dalam waktu sekejap rasanya mengarahkan kita pada dampak pemanasan global dimana proses perubahan atau peningkatan suhu rata-rata pada atmosfer, laut daratan.

Menurut pakar, suhu rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18°selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”. Kesimpulan dasar ini dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Tapi bagaimana pun kita merasakan bahwa cuaca telah menjadi begitu ekstrim. Meningkatnya suhu global akan menyebabkan perubahan lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca. Serta terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan yang tidak tahan cuaca ekstrim.

Bagaimana pun itu, jika benar terjadi perubahan iklim global maka itu pasti malapetaka untuk semua mahluk hidup. Jika tudung es di kutub mencair maka pasti akan berdampak ke sekitarnya, suhu laut akan meningkat dan bencana kekeringan yang berkepanjangan. Bukan hanya itu, banjir besar-besaran, kerusakan terumbu karang (coral bleaching) dan gelombang badai akan semakin besar.

Eksplorasi minyak dianggap salah satu yang menjadi kontribusi pemanasan global karena dengan itu karbondioksida atau hasil pembakaran akan semakin banyak ke atmosfir. Bahan bakar fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi yang digunakan sehari-hari berdampak semakin meningkatnya suhu iklim dunia.

Makassar sebagai daerah pesisir, tentu akan menjadi sangat rawan sebab yang akan terkena dampak paling besar  adalah wilayah pesisir pantai, negara kepulauan seperti Indonesia. Tentu kita mesti berpikir bagaimana caranya supaya kita dapat mengurangi fenomena ini. Yang pasti pengurangan emisi gas rumah kaca dapat mencegah perubahan iklim yang dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah.

Makassar, 07102010

2 thoughts on “Ihwal Cuaca Yang Semakin Ekstrim

  1. eh sama. itu gejala global ya? di sini juga, waktunya summer – hujan deres ga keru2an. waktunya udah harusnya spring, masih juga berasa winter. *buat badan ga enak*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: