Khalid Adam, "Aih Bapak, Sotta'mi Sedeng"

Pagi tadi, pukul 07.30 di sekitar Kota Sungguminasa, Gowa. Setelah gagal dapatkan tempat cuci motor di sekitar kota, bersama si tengah, Khalid Adam, kami bergegas pulang ke rumah. Seperti biasa, anak saya itu masuk sekolah pukul 10.00 jadi dia bisa ikut berkeliling kota. Entah mengapa, saya tidak “ingat apa-apa” tentang gala semalam, saat PSM melibas Persiba dengan skor tipis 1-0. Hingga, saat masih di sekitar lampu merah Sungguminasa ke poros Malino, dia memulai pembicaraan. “Bapak, singgahki belikanka Tribun nah. saya mau lihat PSM”. Ah, anak ini benar-benar suka sepak bola. PSM pula. “Iyya!” kataku.

Semalam, dia kasak-kusuk mencari radio FM dari hape kakaknya. Pasalnya, dia mau dengar laporan langsung dari radio (saya pula yang memintanya untuk dengar dari radio FM saja sebagai penebus janji). Sore sebelumnya, Rahmat Rizaldy, omnya di Jalan Kakatua II mengajaknya menonton di Stadion Andi Mattalatta namun saya menolaknya. Saya masih khawatir, chaos di lapangan dan luar lapangan jika PSM benar-benar kalah.

Anak itu mengalah, “carikkangka paeng saluran radionya, pak!”. “Baik” kataku dengan haqqul yakinnya. Saya utak atik hape CDMA kakaknya, namun siaran FM RRI programa II yang kerap menyiarkan siaran sepak bola tak jua nongol. “sabar saja nanti juga ada, di program 99.2 FM. Tapi hingga pukul 19.30 hanya lagu yang bersenandung. Dia kemudian kelimpungan dan berujar, “Aih Bapak Sotta’mi sedeng” (maksudnya, sok tahu” Hahahahah…)

Salah stelkah saya ? atau memang tiada program radio FM yang menyiarkan pertandingan PSM malam ini? Anak saya itu dengan berat hati, kepala ditekuk lalu naik ke kamarnya dan mengambil remot televisi, satu program sinetron di RCTI, “Gerhana dan Bintang”. “Untung PSM menang”. Katanya seusai membaca halaman pertama Tribun Timur kali ini. “Jadi pak, kalau main lawan PSM lagi maumaki ajakka?”. “Iyya, nantipi” kataku mengajak berdamai.

Makassar, 22/02/2010

3 thoughts on “Khalid Adam, "Aih Bapak, Sotta'mi Sedeng"

  1. anak kecil yang luar biasa..!! passionnya kepada sepakbola sungguh patut diacungi jempol.
    kita didik memangmi baik2 parner, mudah2an beliau bisa jadi orang yang membesarkan PSM dan Timnas Garuda di kemudian hari..

    Like

  2. Jadi ingat waktu saya kecil, klo PSM main saya sama bapak kompakan didepan radio dengar siarannya….sampai makan malam di acuhkan, besoknya pasti sy tunggu bapak pulang kantor bawa koran buat baca ulasannya…..heheheheh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: