Coto Marannu, Untuk yang Selalu Bahagia

Iqbal Daeng Sitaba, lelaki paruh baya tamatan SMP di Gowa, tersenyum saat saya bilang, “Yang menarik dari warung cotota ini, karena ada tulisan – daging lokal – seperti terpampang di dindingnya. Memang dagingnya darimana?”. “Dari Tamarunang dan Tamangapa,” jawabnya. Dua lokasi yang disebutkannya adalah tempat terdapatnya Rumah Pemotongan Hewan (RPH), di sekitar Kota Sungguminasa yangContinue reading “Coto Marannu, Untuk yang Selalu Bahagia”