Masyarakat Towani dan Pemimpin Yang Menjaga Amanah

Malam merambat di atas kota Pangkajene ketika kami berbelok mengarah ke kawasan Amparita. Sekilas, terlihat rumah-rumah panggung padat berdempet dengan dinding kecokelatan cenderung hitam. Tidak banyak lampu di teras rumah warga, tanpa suara musik atau bahkan televisi. Jalan atau tepatnya lorong di depan rumah sang Ambi, pemimpin komunitas Towani di kabupaten penghasil beras di SulselContinue reading “Masyarakat Towani dan Pemimpin Yang Menjaga Amanah”

Kanuna, Ketika Kota dan Desa Berselingkuh

Saat kami duduk di dueker, dua murid sekolah dasar mendekat dengan wajah kucel penuh coretan pulpen. Masing-masing menggambari wajahnya dengan garis kumis dan cambang. Tertawa lepas, riang. “Om, foto dulu!” katanya sambil memasang gaya. Anak-anak yang lain ikut tertawa meledek temannya, riuh dan sesekali berteriak dalam bahasa Kaili. “Da’a om, da’a… Jangan om, jangan…,” katanya.Continue reading “Kanuna, Ketika Kota dan Desa Berselingkuh”

Safitri Yang Tak Lagi Menggendong

“Dengan menjual jamu berarti membuat keluarga saya senang, karena dapat uang,” ujar si Mba dari balik sepeda mininya yang dijejali botol-botol besar. Dia menjawab sambil terkekeh ketika saya bertanya tentang pilihannya menjual jamu. Seperti biasa pada setiap pagi, demi alasan kebugaran saya selalu memesan satu gelas kecil pada Dwi Safitri. Jamu Safitri adalah jamu pahitContinue reading “Safitri Yang Tak Lagi Menggendong”